PECAH TELOR, INDONESIA EKSPOR 2.280 TON KE ARAB SAUDI

JAKARTA- Pemerintah Indonesia resmi mengekspor beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. Langkah strategi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 205.420 jemaah haji dan petugas Indonesia tahum 2026, sekaligus memperkuat ekosistem logistik haji berbasis pangan nasional.

Menteri Koordinaror (Menko) Pangn, Zulkifli Hasan menerangkan bahwa untuk pertama kali dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Pemerinta Indonesia meneksport beras ke Arab Saudi. “Bersyukur, akhirnya kita ekspor beras ke Arab saudi, ini namanya pecah telor,” kata Zulhas, Kamis (6/3).

Menurut Zulhas, ekspor ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kemenko Bidang Pangan dan Keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Perum Bulog bertindak sebagai pelaksana teknis dalam pengadaan dan pengiriman.

Menurutnya, eksport beras ke Arab Saudi yang Pelepas perdananya sudah dilakukan Rabu 4 Maret 2025 di Gudang Bulog Kelapa Gading, adalah terobosan penting. Akhirnya, beras produksi petani Indonesia dapat digunakan langsung untuk konsumsi jemaah haji di Tanah Suci.

Ditambah Zulhas, bahwa ekspor ini didukung oleh kondisi produksi dan stok nasional yang kuat. Per Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai 3,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah pada periode yang sama.

Pengiriman beras direncanakan melalui tiga jalur pelayaran, yakni Hyundai, Wan Hai, dan Kota Sejati, dengan estimasi keberangkatan pada 7 Maret 2026 dan tujuan pelabuhan Jeddah. Pemerintah memastikan pengiriman dilakukan dengan memperhatikan kondisi geopolitik kawasan serta aspek keamanan logistik.

Ekspor beras untuk jemaah haji ini diharapkan menjadi model integrasi layanan haji dan penguatan produk nasional, sekaligus membuka peluang ekspor komersial berkelanjutan di masa mendatang.

Terpisah, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menerangkan beras yang diekspor merupakan beras baru hasil panen dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang diproses langsung tanpa melalui stok gudang lama. Proses pengolahan dilakukan di empat fasilitas, yakni pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik Bulog di Karawang dan Subang.

“Beras yang dikirim memiliki kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi Bulog,” ujarnya. (nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *