Perkuat Konsolidasi Kader dan Spirit Teologi Al Ma’un
Metro — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menggelar Kajian Ramadan 1447 Hijriah yang diikuti unsur pimpinan Muhammadiyah se-Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMP MuAD Metro, Sabtu–Minggu (7–8/3).
Kajian Ramadan secara resmi dibuka oleh Ketua PWM Lampung Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag, Sabtu (7/3). Kegiatan ini diikuti unsur pimpinan Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, unsur pembantu pimpinan, organisasi otonom, hingga pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Lampung.
Dalam sambutannya, Sudarman menegaskan bahwa Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari satu abad karena konsisten dalam pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
“Muhammadiyah bisa bertahan lebih dari satu abad sejak berdiri pada 1912 karena konsisten membangun masyarakat dan negara. Muhammadiyah hadir sebagai implementasi Islam yang rahmatan lil ‘alamin, membawa kemaslahatan bagi semua,” ujar Sudarman.
Ia menjelaskan, Kajian Ramadan menjadi momentum penting bagi pimpinan Muhammadiyah untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menyatukan langkah dalam menjalankan dakwah persyarikatan.
Para pemateri dalam kegiatan tersebut berasal dari unsur pimpinan wilayah, praktisi fiqh, serta para pengelola Amal Usaha Muhammadiyah yang berbagi pengalaman dalam penguatan gerakan dakwah dan pelayanan umat.
Sementara itu, Sekretaris PWM Lampung Ma’ruf Abidin mengatakan kegiatan Kajian Ramadan merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah menjaga harmoni dan soliditas kader di seluruh Lampung.
“Kajian Ramadan ini bagian dari bagaimana Muhammadiyah menjaga harmoni dan keutuhan kader. Sejak berdiri tahun 1912, Muhammadiyah selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dan bangsa,” kata Ma’ruf Abidin.
Menurutnya, semangat Teologi Al Ma’un menjadi fondasi utama gerakan Muhammadiyah yang melahirkan berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah hingga panti asuhan.
“Dari Teologi Al Ma’un lahirlah berbagai amal usaha Muhammadiyah. Kajian Ramadan ini juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan spirit tersebut dalam pelayanan kepada umat,” jelasnya.
Dalam rangkaian pembukaan kegiatan, PWM Lampung melalui LAZISMU juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial. Bantuan program Kado Ramadan senilai Rp25,5 juta diserahkan kepada lima Pimpinan Daerah Muhammadiyah.
Selain itu, bantuan program Back to Masjid senilai Rp15,4 juta diberikan untuk dua masjid di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Timur. PWM Lampung juga menyerahkan bantuan obat-obatan senilai Rp7.991.430 untuk Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Krui, Kabupaten Pesisir Barat.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ma’ruf Abidin mewakili PWM Lampung bersama Ketua LAZISMU Lampung Prof. Syafrimen.
Kegiatan Kajian Ramadan ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi Muhammadiyah dalam pelayanan sosial dan keagamaan bagi masyarakat Lampung. (*).






