Pengamanan Lebaran Disiapkan, 93 Pos Siaga di Lampung

Bandarlampung — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memperkuat sinergi lintas sektoral untuk memastikan kelancaran arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah tersebut ditandai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang dipimpin Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf bersama Wakapolda Brigjen Pol Sumarto di Gedung Serba Guna Polda Lampung, Senin (9/3).

Rakor tersebut melibatkan unsur TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan guna menyatukan langkah dalam pengamanan mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan pengamanan Idulfitri merupakan operasi kemanusiaan berskala nasional yang membutuhkan kesiapan menyeluruh dari seluruh pihak.

“Pengamanan Idulfitri bukan hanya tugas Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut dipaparkan berbagai langkah strategis pengamanan yang difokuskan pada pengendalian arus mudik dan arus balik, pengamanan pusat keramaian, serta pengawasan terhadap objek vital nasional di wilayah Provinsi Lampung.

Sejumlah titik prioritas pengamanan telah dipetakan, di antaranya 4 pelabuhan, 3 bandara, 15 stasiun, 16 terminal, 209 objek wisata, 3.832 masjid, serta 2.276 lokasi pelaksanaan salat Idulfitri.

Untuk mendukung operasi pengamanan, Polda Lampung menyiapkan 93 pos pengamanan yang terdiri dari 57 Pos Pengamanan, 19 Pos Pelayanan, 1 Pos Terpadu, serta 16 Posko Bencana yang tersebar di berbagai jalur mudik strategis.

Berdasarkan analisis yang dilakukan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13–17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–28 Maret 2026.

Sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa, Pelabuhan Bakauheni menjadi salah satu fokus utama pengamanan. Berdasarkan data kesiapan dari KSOP dan ASDP, pelabuhan tersebut memiliki kapasitas parkir hingga 6.919 kendaraan kecil dengan kemampuan angkut mencapai 31.986 kendaraan per hari yang didukung puluhan armada kapal penyeberangan.

Selain itu, sejumlah pelabuhan alternatif juga disiapkan sebagai langkah kontinjensi guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, antara lain Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ), PT Wika Beton, dan PT Sumur Makmur Abadi (SMA).

Rakor juga membahas langkah mitigasi terhadap potensi bencana serta kecelakaan laut di wilayah Selat Sunda, termasuk kesiapan personel SAR, kapal patroli, ambulans, hingga dukungan helikopter untuk operasi evakuasi darurat.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, pihak kepolisian juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas serta pemanfaatan buffer zone atau kantong parkir di sejumlah titik strategis di jalur tol maupun jalur arteri menuju Pelabuhan Bakauheni.

Melalui rakor lintas sektoral ini, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin kuat sehingga pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah di Provinsi Lampung dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *