Nurhasanah: Doa Bersama Jadi Penguat, Atu Ayi: Terima Kasih atas Doa dan Kepedulian
Bandar Lampung, 18 Maret 2026 — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelaksanaan yasinan dan doa bersama 40 hari wafatnya Almarhum Ir. M. Diza Noviandi, M.Sc bin Ir. Niazie Gazi, M.Sc, Rabu (18/3). Kegiatan yang dihadiri keluarga, kerabat, serta tokoh masyarakat ini berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan.
Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Provinsi Lampung, Hj. Nurhasanah, SH., MH., turut hadir memberikan doa dan dukungan moril kepada keluarga besar almarhum. Sosok yang juga mantan Ketua DPRD Provinsi Lampung itu menyampaikan pentingnya momen doa bersama sebagai penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Alhamdulillah kegiatan yasinan dan doa 40 hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Ini menjadi bentuk penghormatan serta doa terbaik kita untuk almarhum, sekaligus penguat bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan ikhlas,” ujar Nurhasanah.
Ia juga berharap doa yang dipanjatkan membawa kebaikan bagi almarhum.
“Semoga almarhum diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan kesabaran,” tambahnya.
Sementara itu, ibunda almarhum, Syafariah Widianti yang akrab disapa Atu Ayi, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kehadiran serta doa yang diberikan.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua yang telah hadir dan mendoakan almarhum. Semoga segala doa dan kebaikan yang diberikan dibalas oleh Allah SWT,” ungkap Atu Ayi dengan haru.
Ia juga memohon doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
“Kami berharap almarhum mendapatkan husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mohon doa dari semua agar kami keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan,” tuturnya.
Acara diisi dengan pembacaan surah Yasin, tahlil, serta doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Kehadiran para pelayat mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan penuh kekhidmatan, kegiatan ini menjadi wujud doa dan penghormatan yang terus mengalir bagi almarhum. (*).






