Arus H-3 Lebaran Membludak, Polda Pastikan Tetap Terkendali
Bandarlampung – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 mencapai puncaknya di H-3. Lebih dari 100 ribu pemudik dari Pulau Jawa tercatat masuk ke Provinsi Lampung melalui Pelabuhan Bakauheni, Kamis (19/3), memicu peningkatan signifikan volume kendaraan dan penumpang.
Data pemantauan Operasi Ketupat Krakatau mencatat sebanyak 100.637 penumpang bersama 23.358 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Sumatera sejak Rabu (18/3) malam hingga Kamis pagi. Sementara arus sebaliknya terpantau jauh lebih rendah, yakni 24.890 orang dengan 4.693 kendaraan menuju Pulau Jawa.
Meski terjadi lonjakan tajam, Polda Lampung memastikan situasi arus mudik masih dalam kondisi terkendali. Aparat kepolisian bahkan mengerahkan pengawalan khusus terhadap rombongan pemudik sepeda motor yang tiba dari Merak pada malam hari.
Sebanyak empat personel Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Lampung diterjunkan, terdiri dari dua personel menggunakan kendaraan roda dua dan dua unit kendaraan roda empat, guna menjamin keselamatan pemudik.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan pengawalan tersebut merupakan bentuk pelayanan untuk memberikan rasa aman, terutama bagi pemudik roda dua yang menempuh perjalanan jauh.
“Pengawalan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada pemudik, khususnya kendaraan roda dua yang masuk dari Merak menuju Lampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun terjadi peningkatan signifikan arus kendaraan dan penumpang, kondisi di lapangan tetap terkendali.
“Secara umum arus mudik masih terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan dari arah Jawa ke Sumatera,” tegasnya.
Selain di Pelabuhan Bakauheni, pergerakan pemudik juga terpantau di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) dengan 531 kendaraan dan 580 orang tercatat masuk. Sementara jalur udara melalui Bandara Radin Inten II mencatat 2.871 penumpang datang dan 2.019 penumpang berangkat.
Hingga saat ini, Polda Lampung memastikan tidak ada kejadian menonjol selama pelaksanaan pengamanan arus mudik.
“Belum ada laporan kecelakaan besar, kemacetan panjang, maupun tindak kriminalitas. Situasi masih aman dan kondusif,” kata Yuni.
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Dengan kondisi cuaca berawan dan gelombang laut relatif tenang di Selat Sunda, aktivitas penyeberangan masih berlangsung normal tanpa hambatan berarti. (*).






