LAMPUNG SELATAN — Ketegangan antarsopir sempat terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang, tepatnya di area parkir PT SMA, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Rabu (25/3/2026) malam. Perselisihan dipicu permintaan prioritas kendaraan pengangkut hewan ternak untuk lebih dulu masuk ke dermaga.
Sejumlah sopir yang telah mengantre hingga dua hari memprotes kebijakan tersebut. Situasi sempat memanas ketika kendaraan pengangkut ayam dan sapi terus bertambah dan bergerak ke depan antrean, memicu ketidakpuasan sopir lain yang membawa sembako dan buah.
Namun, potensi konflik berhasil diredam cepat oleh aparat kepolisian. Personel Polres Lampung Selatan bersama manajemen PT SMA langsung turun tangan menenangkan para sopir dan memfasilitasi dialog di lokasi.
Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan pengaturan antrean yang lebih adil, yakni pemberangkatan dilakukan bergantian antara 15 kendaraan pengangkut buah dan sayur serta 5 kendaraan pengangkut ayam.
Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan pendekatan persuasif menjadi kunci meredam situasi.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah dan tidak berkembang menjadi keributan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia juga mengapresiasi sikap para sopir yang memilih menahan diri dan sepakat mencari solusi bersama.
“Ini menunjukkan kesadaran kolektif yang baik demi kelancaran arus penyeberangan,” tambahnya.
Tambahan Kapal Dikerahkan
Untuk mengurai kepadatan, kepolisian bersama lintas instansi juga menambah armada penyeberangan. Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, N. Dedy Arifianto, menyebut empat kapal tambahan telah dioperasikan.
“Sudah kami atasi dengan tambahan empat kapal dari ASDP, BPTD, dan KSOP. Saat ini proses loading dan penataan parkir terus dilakukan agar antrean lebih tertib,” jelasnya.
Dedy menegaskan, penegakan aturan antrean harus dilakukan secara tegas, terutama di momen arus padat seperti saat ini.
“Tidak boleh ada yang merasa punya prioritas sendiri. Semua harus mengikuti aturan agar tidak menimbulkan kecemburuan,” tegasnya.
Dengan langkah cepat aparat dan tambahan armada, aktivitas penyeberangan di Ketapang kini kembali berangsur normal. Polisi memastikan pengamanan akan terus diperkuat guna menjaga kelancaran arus dan mencegah potensi konflik serupa. (*).






