Operasi Ketupat Krakatau 2026 Dinilai Efektif, Namun Korban Jiwa Justru Naik

LAKA LANTAS TURUN 16%

Bandarlampung – Kinerja pengamanan arus mudik dan balik dalam Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2026 menuai hasil positif. Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung mencatat angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Lampung turun signifikan hingga 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data 13–25 Maret 2026, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 54 kasus, menurun dari 64 kejadian pada 2025. Penurunan juga terjadi pada korban luka ringan dari 75 orang menjadi 46 orang, serta korban luka berat dari 63 orang menjadi 57 orang.

Namun demikian, angka fatalitas justru mengalami kenaikan. Korban meninggal dunia tercatat meningkat dari 11 jiwa menjadi 13 jiwa.

Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, menyebut capaian ini sebagai hasil strategi pengamanan yang terukur di lapangan.

“Kejadian laka lantas selama Operasi Ketupat turun 16 persen. Tahun 2025 berjumlah 64, sedangkan tahun 2026 ini hanya 54. Ini penurunan yang sangat signifikan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan korban meninggal menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Wilayah Lampung Tengah tercatat sebagai daerah dengan angka kecelakaan tertinggi, yakni 14 kejadian. Mayoritas melibatkan kendaraan roda dua yang melintas di jalur padat pemudik dari arah Jakarta maupun Sumatera Selatan.

“Kecerobohan pengendara, terutama saat menjaga jarak aman dan menyalip, masih menjadi faktor utama penyebab kecelakaan,” jelasnya.

Keberhasilan menekan angka kecelakaan disebut tak lepas dari sistem pengawasan ketat berbasis laporan real-time. Setiap satuan lalu lintas di lapangan diwajibkan melaporkan kondisi arus kendaraan setiap jam.

Selain itu, Ditlantas Polda Lampung juga mengerahkan Satgas Kamseltibcarlantas untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat serta menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Siger Lampung Presisi guna memantau kepadatan lalu lintas secara mandiri.

Memasuki arus balik, kepolisian mengimbau pemudik agar tidak memaksakan diri saat berkendara dalam kondisi lelah. Sejumlah fasilitas telah disiapkan, seperti Pos Gayam, Pos Ekspo, serta rest area di jalur tol KM 20B hingga KM 49B.

“Jika merasa mengantuk, sebaiknya berhenti dan istirahat. Kami sudah menyediakan fasilitas baik di jalur arteri maupun tol untuk menjaga keselamatan bersama,” tegas Yuni.

Hingga kini, jalur Lintas Timur Sumatera dan Lintas Tengah Sumatera masih menjadi fokus utama pengamanan guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus balik Lebaran di Bumi Ruwa Jurai. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *