Yuvanka, Alif Al-ghifari & Cykal Qv Juara Kemah Sastra 2026

Lahirkan Generasi Muda Literer, Ajang Didukung Kementerian Kebudayaan RI

Bandarlampung — Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar Lampung dalam ajang Kemah Sastra 2026. Yuvanka Prasista (SMP Xaverius 2 Bandar Lampung), M. Alif Al-Ghifari (SMAN 1 Pesisir Barat), dan Cykal Qv Ichya Putri (SMAN 7 Bandar Lampung) sukses meraih juara pertama lomba cipta puisi dan cerpen yang digelar di Lamban Sastra Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.

Ketiganya tampil unggul setelah menulis karya secara langsung di hadapan dewan juri yang terdiri dari sastrawan dan budayawan ternama, yakni Arman AZ, Ari Pahala Hutabarat, dan Iin M Zakaria.

Yuvanka meraih juara melalui cerpennya berjudul “Lensa Terang”, Alif Al-Ghifari lewat puisi “Seaninongan”, sementara Cykal Qv memikat juri melalui cerpen “Batas Atas yang Dijaga Angin”.

Ajang ini diikuti 20 peserta terbaik yang telah terseleksi dari sekitar 73 pendaftar se-Provinsi Lampung. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Pesisir Barat, Tulang Bawang, Pesawaran, Lampung Selatan, Kota Metro, hingga Bandar Lampung.

Untuk kategori umum (SMA dan mahasiswa), juara kedua dan ketiga lomba cipta puisi diraih Laura Masyitha Alya Nurdiyono dari Universitas Teknokrat Indonesia dengan karya “Serat dalam Sunyi” serta Rina Riantina dari Universitas Lampung melalui puisi “Gubukku, Masih Terbuka”.

Sementara itu, kategori cerpen umum dimenangkan Alisza Nasabilla Azahra (SMA Al-Huda Lampung Selatan) dengan karya “Zira, Ambilkan Ibu Sapu di Dapur” dan Amanda Sharfina Mahawisnu (UIN Raden Intan Lampung) lewat cerpen “Satu Irama Tubuh di Tanah Lampung” sebagai juara dua dan tiga.

Di tingkat SMP, Truly Indah Mitra Sari (SMP Muhammadiyah Banyuwangi, Pringsewu) meraih juara dua dengan karya “Cerminan Nirwana di Bumi Lampung”, disusul Karaissa Naraya Baginda (SMP IT Daarul ‘Ilmi Bandar Lampung) dengan puisi “Nemui Nyimah”.

Penanggung jawab kegiatan, Fitri Anggraini, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa Kemah Sastra 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang mempererat kebersamaan lintas budaya di Lampung.

“Kegiatan ini bertujuan mempopulerkan budaya Lampung melalui karya sastra sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman,” ujarnya saat penutupan di Villa Dangau Kedaung, Kemiling.

Ia menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan RI melalui program Indonesiana dan LPDP.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dr. Tito Budi Raharto yang mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, serta menghadirkan sastrawan Isbedy Stiawan ZS sebagai pemateri yang membagikan pengalaman proses kreatif kepada peserta.

Kemah Sastra 2026 pun menjadi bukti bahwa generasi muda Lampung terus tumbuh sebagai kekuatan baru dalam dunia literasi dan kebudayaan nasional. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *