Tiga Jurnal Unila Tembus DOAJ

Agrotropika, JGRS, dan J-BEKH Raih Pengakuan Global

Bandarlampung — Universitas Lampung (Unila) kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional. Tiga jurnal ilmiahnya resmi lolos indeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ), yang dikenal sebagai basis data jurnal akses terbuka paling bergengsi dan selektif di dunia.

Ketiga jurnal tersebut yakni Jurnal Agrotropika (Fakultas Pertanian), Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) (Fakultas Teknik), serta Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) (FMIPA). Pencapaian ini memastikan karya ilmiah yang diterbitkan memiliki visibilitas global lebih luas sekaligus diakui kredibilitasnya secara internasional.

Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menegaskan keberhasilan ini merupakan wujud nyata komitmen Unila menuju universitas berkelas dunia.

“Lolosnya tiga jurnal ini membuktikan kualitas riset dan transparansi tata kelola publikasi di Unila telah memenuhi standar tinggi lembaga indeksasi global,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (20/4).

Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya mengangkat reputasi fakultas terkait, tetapi juga memperkuat posisi Unila dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia.

Senada, Kepala LPPM Unila, Dikpride Despa, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif di tengah ketatnya proses seleksi DOAJ yang memiliki tingkat penolakan tinggi.

“Pengelola jurnal mampu menjaga konsistensi kualitas, terutama dalam proses peer-review yang menjadi kunci utama lolosnya indeksasi internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Publikasi dan Kerja Sama LPPM, Gigih Forda Nama, menekankan bahwa DOAJ merupakan “standar emas” dalam ekosistem jurnal open access dunia.

“Masuknya ketiga jurnal ini menjadi pengakuan atas kepatuhan Unila terhadap praktik publikasi terbaik, termasuk aspek lisensi dan perlindungan hak cipta,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong percepatan akreditasi nasional SINTA dan indeksasi internasional bagi jurnal-jurnal lain di lingkungan Unila.

Dengan capaian ini, peneliti dari berbagai belahan dunia kini dapat mengakses, mengutip, dan mendistribusikan artikel dari ketiga jurnal tersebut secara terbuka. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Unila dalam pengembangan ilmu pengetahuan global. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *