Bahasa Lampung Harus Hidup Di Rumah & Sekolah

Kepala Pusbanglin Dorong Guru Jadi Garda Depan Revitalisasi Bahasa Daerah

Bandar Lampung — Upaya pelestarian bahasa daerah kian diperkuat. Sebanyak 112 guru dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah jenjang SD/MI yang digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Lampung, 20–22 April 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Balai Bahasa Provinsi Lampung ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat program revitalisasi bahasa daerah melalui peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran.

Acara dibuka oleh Dora Amalia yang menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

“Keluarga, khususnya orang tua, merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pewarisan bahasa daerah. Jika tidak digunakan di rumah, pelestarian akan semakin sulit,” tegasnya, 20 April 2026.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Muhammad Muis, menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci menjaga eksistensi bahasa Lampung.

Dalam bimtek ini, para peserta dibekali materi praktis seperti pembelajaran puisi, mendongeng, dendang syair, hingga penulisan dan pembacaan aksara Lampung. Metode pelatihan menggabungkan teori dan praktik, sehingga para guru siap mengimbaskan ilmu kepada rekan sejawat di daerah masing-masing.

Program ini diharapkan mampu memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam menghidupkan kembali bahasa Lampung, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan langkah ini, pelestarian bahasa daerah ditegaskan sebagai bagian penting dari menjaga identitas dan kekayaan budaya bangsa di tengah arus modernisasi. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *