Duel Panas Di PKOR: Bhayangkara FC Hadang Laju Persib, Sikambara Serukan Damai Suporter

BANDAR LAMPUNG — Laga sarat gengsi tersaji pada pekan ke-30 Super League 2025–2026 saat Bhayangkara Presisi Lampung FC menjamu pemuncak klasemen Persib Bandung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Kamis (30/4/2026) pukul 19.00 WIB. Duel ini dipastikan berlangsung panas, mengingat posisi kedua tim yang sama-sama membutuhkan poin krusial di fase akhir musim.

Persib datang dengan ambisi menjaga puncak klasemen setelah dua laga terakhir gagal meraih kemenangan, termasuk ditahan imbang Arema FC 0-0. Sementara Bhayangkara bertekad bangkit usai takluk 1-2 dari Persis Solo demi mengamankan posisi empat besar.

Pada pertemuan putaran pertama, Persib sukses menaklukkan Bhayangkara FC dengan skor 2-0 lewat dua gol Ramon Tanque. Kini, giliran Bhayangkara mencoba membalas di hadapan publik sendiri.

Di klasemen sementara, Persib masih memimpin dengan 66 poin dari 29 laga, hanya unggul tipis dari Borneo FC yang terus membayangi. Persaingan menuju gelar juara pun kian memanas.

Di tengah tensi tinggi pertandingan, komunitas suporter Sikambara mengajak seluruh pecinta sepak bola menjaga kondusivitas. Ketua Sikambara yang juga Ketua Pajero Indonesia One Chapter Krakatau dan CEO Rumah Makan Minang Indah Grup, Junaedi, menegaskan pentingnya sportivitas.

“Selamat datang tim Persib Bandung, selamat datang dulur-dulur Bobotoh di Lampung. Kami dari Sikambara mengimbau seluruh suporter untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kalah menang itu urusan pemain di lapangan,” ujar Junaedi, Sabtu (25/4/2027).

Ia juga menekankan bahwa sepak bola harus menjadi ajang silaturahmi, bukan pemicu konflik. “Mari kita tunjukkan bahwa Lampung adalah tuan rumah yang baik. Nikmati pertandingan seru ini dengan damai,” tambahnya.

Dengan sisa laga yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat berarti. Persib masih harus menghadapi lawan berat seperti PSIM Yogyakarta, Persija, PSM Makassar, hingga Persijap. Sementara Bhayangkara mengincar konsistensi untuk mengunci posisi papan atas.

Laga Kamis malam nanti bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ujian kedewasaan suporter dalam menjaga marwah sepak bola Indonesia. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *