30 Pengprov Tolak Munaslub Versi La Nyalla, Klaim PLT Dinilai Tak Sah
Bandarlampung — Gejolak di tubuh organisasi Muaythai Indonesia kian memanas. Sebanyak 30 dari 33 Pengurus Provinsi (Pengprov) secara tegas menyatakan penolakan terhadap Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) versi La Nyalla, sekaligus membantah klaim penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) pengurus di daerah yang dinilai tidak sah.
Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Lampung menegaskan tetap solid dan tidak terpengaruh oleh dinamika tersebut. Ketua Pengprov Muaythai Lampung, Khairil Anas, menyebut penunjukan PLT oleh pihak yang mengatasnamakan PBMI versi La Nyalla sebagai langkah yang menyalahi aturan organisasi.
“Penunjukan PLT itu tidak berdasar dan melanggar AD/ART. Kami tetap solid bersama 30 pengprov lainnya,” tegas Khairil Anas, Minggu (25/4).
Menurutnya, mayoritas pengprov telah lebih dulu menyampaikan mosi tidak percaya kepada La Nyalla, yang dinilai tidak lagi aktif serta dianggap menyimpang dari ketentuan organisasi menjelang akhir masa jabatannya pada Agustus 2026.
Selain itu, kepemimpinan yang kurang komunikatif dan keputusan yang tidak partisipatif disebut menjadi alasan utama munculnya penolakan luas dari daerah.
“Bagaimana mungkin menggelar rakernas dan munaslub tanpa melibatkan pemilik suara sah dari 30 provinsi. Ini jelas tidak logis,” ujarnya.
Khairil juga menyoroti penunjukan PLT Ketua Pengprov Lampung yang dinilai janggal, mengingat dirinya masih menjabat secara sah berdasarkan surat keputusan resmi.
“Ini meresahkan pengurus kabupaten/kota. Mereka tidak pernah merasa memilih atau dilibatkan,” tambahnya.
Ia mengingatkan, polemik organisasi berpotensi mengganggu pembinaan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi berbagai agenda penting seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga SEA Games.
Saat ini, Khairil Anas bersama mayoritas pengprov tengah mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Munaslub resmi yang digelar di Jakarta, dengan dihadiri 30 pemegang suara sah dari seluruh Indonesia.
“Kami fokus menjaga marwah organisasi dan memastikan pembinaan atlet tetap berjalan demi prestasi Muaythai Indonesia,” tandasnya. (*).






