Jabatan Wabup Setahun Kosong, Politik Way Kanan Mandek di Tempat, PKS Siap Munculkan Nama Baru

Way Kanan.koraneditor.co

Sudah setahun Way Kanan tanpa Wakil Bupati. Bukan sekadar kekosongan jabatan, ini cermin macetnya keputusan politik. Proses berlarut-larut tanpa arah membuat pemerintahan berjalan pincang dan publik kehilangan kepastian.

Koalisi lima partai—PAN, PKB, PKS, Gerindra, dan Demokrat—yang semula mengusung Galang Putra Rahman, putra Bupati Ali Rahman, kini di ambang retak. Sinyal itu makin terang setelah Hamim Akbar dari PKS, yang juga bagian dari Fraksi gabungan PAN–PKS di DPRD Way Kanan, menyatakan kesiapan memunculkan nama baru jika kebuntuan terus berlanjut. Artinya jelas: soliditas koalisi sedang diuji, dan peluang pecah terbuka lebar.

Lebih tegas lagi, jika satu saja partai pengusung tidak memberikan dukungan atau rekomendasi, maka koalisi praktis bubar. Ini bukan lagi soal figur, tapi soal kegagalan membangun kesepahaman politik.

Saat ini, dua nama yang mengemuka sebagai calon pendamping Bupati Ayu Asalasiyah adalah Galang Putra Rahman dan Resmen Kadafi. Namun, munculnya wacana kandidat baru justru berpotensi memperkeruh keadaan. Secara aturan, bupati hanya dapat mengusulkan maksimal dua nama yang harus didukung seluruh partai pengusung. Jika daftar itu berubah, proses akan kembali dari nol.

Masyarakat Way Kanan tidak butuh tarik-ulur tanpa ujung. Mereka butuh kepastian. Jika elit politik terus bermain dengan skenario baru, maka satu hal yang pasti: Way Kanan akan semakin lama tanpa Wakil Bupati[**/Fikri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *