Bandar Lampung — Universitas Lampung (Unila) bergerak cepat merespons insiden pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang merusak sejumlah kendaraan mahasiswa di area kampus. Pihak rektorat memastikan akan memberikan bantuan perbaikan bagi kendaraan terdampak sekaligus memperketat langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa.
Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (BPKHM) Unila, Budi Sutomo, menegaskan keselamatan dan kenyamanan mahasiswa menjadi prioritas utama. Sejak kejadian, tim Sarana dan Prasarana (Sarpras) langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat dan memastikan tidak ada korban jiwa.
“Kami sangat memahami kesulitan mahasiswa yang terdampak. Saat ini sedang disiapkan mekanisme bantuan agar perbaikan kendaraan bisa dilakukan secara tepat sasaran,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Unila memastikan bantuan diberikan dalam bentuk perbaikan langsung, bukan uang tunai. Kebijakan ini disesuaikan dengan aturan keuangan negara dan mekanisme birokrasi yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Unila, Edwin, mengungkapkan hasil pendataan sementara mencatat delapan unit kendaraan mahasiswa mengalami kerusakan di area parkir depan UPA Bahasa. Korban terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Hukum (FH), dengan tingkat kerusakan bervariasi dari sedang hingga berat.
Selain penanganan dampak, Unila juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lingkungan kampus. Tim Taman dan Lingkungan dikerahkan untuk mengaudit pohon-pohon tua dan rawan tumbang, termasuk melakukan pemangkasan sebagai langkah pencegahan.
Perawatan fasilitas publik juga akan ditingkatkan, disertai imbauan kepada seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem.
Langkah responsif ini diharapkan mampu mengembalikan rasa aman di lingkungan kampus, sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana di area pendidikan tersebut. (*).






