Tulang Bawang — Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, seorang warga lanjut usia bernama Jumadi (75), korban tenggelam akibat perahu terbalik di Perairan Sungai Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (10/5/2026) dini hari.
Korban ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 02.45 WIB tidak jauh dari lokasi kejadian setelah sebelumnya dinyatakan hilang terbawa arus sungai saat menyeberang bersama dua rekannya.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban bersama Bambang Suhendi (55) dan Paidi (51) menyeberangi sungai menggunakan perahu. Namun di tengah perjalanan, cuaca buruk disertai angin kencang menyebabkan perahu yang mereka tumpangi terbalik hingga seluruh penumpang tercebur ke sungai.
Dua korban lainnya berhasil menyelamatkan diri, sementara Jumadi hilang terseret arus deras sungai. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada personel Polairud Dente Teladas yang diteruskan ke Pos SAR Tulang Bawang dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung.
Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri mengatakan tim rescue langsung bergerak menuju lokasi usai menerima laporan dan melakukan pencarian bersama unsur gabungan.
“Korban berhasil ditemukan pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.45 WIB di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, proses pencarian sempat terkendala cuaca hujan deras, akses jalan rusak, serta keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi kejadian. Namun tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran secara maksimal di area sungai.
Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Tulang Bawang, Polairud Dente Teladas, TNI AL, KPLP, serta masyarakat setempat. Dalam pencarian, petugas menggunakan berbagai peralatan seperti perahu karet bermotor, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), perlengkapan selam, dan perangkat komunikasi lapangan.
Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Basarnas Lampung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di wilayah perairan, terutama ketika kondisi cuaca buruk dan angin kencang, serta selalu menggunakan alat keselamatan guna mengurangi risiko kecelakaan air.






