Ryo Matsumura dan Moussa Sidibe Jr baru bergabung dengan skuad Bhayangkara FC di awal tahun ini. Sebelumnya Bhayangkara sekadar semenjana.
Tapi perubahan besar langsung terjadi. Walau bukan rekrutan definitif, keduanya berstatus pinjaman. Matsumura on-loan dari Persija, Sidibe berstatus pemain Johor Da’rul Takzim.
Sidibe statistiknya terbaik se-Liga. Main cuma separuh musim, namanya ada di list atas daftar pencetak gol. Berandai-andai kalau striker berpaspor Mali itu main full dari awal.
Tadi malam, Senin (11/5/2026) lawan Madura. Ryo masuk di paruh babak kedua. Bhayangkara lagi tertinggal di Stadion Wayhalim. Gelandang asal Jepang itu langsung jadi pembeda.
Maklum, Madura sudah main ala parkir bus. Mengamankan tiga poin modal sebiji gol di menit awal selayak hadiah utama biar keluar jadi zona degradasi.
Sebelum Ryo masuk, permainan Bhayangkara monoton. Umpang silang, bola daerah yang mentah, Sidibe lari sana lari sini tapi nggak gol-gol.
Kalau kata Dodi yang duduk sebelahan dengan aku, “Ryo Matsumura gayanya kayak Andrea Pirlo,” centrocampista jaman dulu di Milan tapi moncer di Juventus.
Benar saja! Serangan Bhayangkara jadi lebih punya greget. Tertinggal awal, Henri Doumbia, Ryo Matsumura dan Moussa Sidibe Jr menutup laga dengan gol-gol skematik yang brilian.
Sah, Ryo Matsumura dan Moussa Sidibe itu rekrutan terbaik seliga. Duo Jepang-Mali Asia-Afrika itu pantas ditahbis jadi PERWATIN WAYHALIM. (*).






