Tembus Elit Paten Nasional

Institut Teknologi Sumatera (Itera) menorehkan prestasi nasional di bidang inovasi dan kekayaan intelektual. Kampus negeri berbasis teknologi itu menerima penghargaan dari Kementerian Hukum sebagai perguruan tinggi dengan permohonan paten sederhana terbanyak keempat dan permohonan paten terbanyak kedelapan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Lampung, Taufiqurrakhman, kepada Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha di Bandar Lampung, Selasa (12/5).

Capaian tersebut menjadikan Itera sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Provinsi Lampung yang masuk jajaran nasional dalam pengajuan paten dan paten sederhana. Hingga kini, Itera tercatat telah mengajukan 122 permohonan paten hasil riset sivitas akademika.

Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menyebut penghargaan itu menjadi indikator kuat tumbuhnya budaya riset terapan dan inovasi di lingkungan kampus.

“Masuknya Itera ke empat besar nasional untuk permohonan paten sederhana merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga diarahkan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Nyoman.

Menurutnya, penguatan inovasi dan hilirisasi hasil penelitian akan terus menjadi strategi utama Itera dalam mempercepat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional, khususnya di bidang sains dan teknologi.

Selain menerima penghargaan, Itera juga menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan Kementerian Hukum Provinsi Lampung terkait penguatan akses pengajuan hak paten dan perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Lampung, Taufiqurrakhman, menegaskan bahwa inovasi dan kreativitas intelektual merupakan aset penting bangsa yang harus mendapat perlindungan hukum.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Karena itu, sinergi dengan pemerintah menjadi penting untuk mendukung perlindungan dan pengembangan kekayaan intelektual,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan pusat acara nasional berlangsung di Bandung. Acara menghadirkan sejumlah tokoh nasional secara daring, di antaranya Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Rocky Gerung, hingga Gita Wirjawan. Di Lampung, kegiatan diikuti perwakilan dari 42 perguruan tinggi negeri dan swasta. (dbs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *