Gubernur Mirza Terima Langsung Usai Salat Iduladha, Seluruh Hewan Kurban Presiden Berasal dari Peternak Lokal
Bandar Lampung — Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bantuan hewan kurban berupa sapi limousin berbobot jumbo sekitar 1,5 ton kepada Pemerintah Provinsi Lampung pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Sapi kurban Presiden tersebut diterima langsung Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Raya Al-Bakrie.
Bantuan hewan kurban Presiden tahun ini disalurkan ke seluruh daerah di Indonesia, termasuk untuk Pemerintah Provinsi Lampung dan 15 kabupaten/kota di wilayah setempat. Menariknya, seluruh sapi bantuan Presiden berasal dari peternak lokal Lampung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menyebut bobot sapi bantuan Presiden tahun ini tergolong besar dan merata di berbagai daerah.
“Untuk bantuan Presiden, rata-rata bobot sapi di atas 1 ton. Hanya Lampung Utara dan Lampung Timur yang bobotnya di bawah 1 ton,” ujarnya.
Menurut Lili, sapi bantuan untuk tingkat provinsi memiliki bobot lebih dari 1,1 ton, sementara sapi yang sebelumnya diserahkan untuk Kota Bandar Lampung juga mencapai lebih dari 1 ton.
Ia menegaskan, Lampung kini menjadi salah satu daerah pemasok sapi unggulan nasional. Selain memenuhi kebutuhan daerah sendiri, peternak Lampung juga menyuplai sapi ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Semua sapi berasal dari peternak Lampung. Tidak ada yang didatangkan dari luar daerah,” katanya.
Keberhasilan peternak Lampung membudidayakan sapi jumbo dinilai menjadi bukti berkembangnya sektor peternakan di daerah. Bahkan terdapat komunitas khusus peternak sapi berbobot di atas 800 kilogram yang tersebar di sejumlah wilayah, terutama di Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Metro.
Jenis sapi bantuan Presiden pun beragam, mulai dari limousin, simental, belgian blue hingga persilangan sapi lokal seperti PO dan brahman.
Momentum Iduladha tahun ini juga membawa berkah ekonomi bagi peternak. Harga sapi hidup mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, dari kisaran Rp58 ribu–Rp60 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp60 ribu–Rp70 ribu per kilogram.
“Kenaikan harga ini menjadi kabar baik dan panen bagi peternak kita. Harapannya dapat terus mendorong pengembangan peternakan sapi di Lampung,” tandas Lili. (*).






