Ratusan Paket Daging Dibagikan untuk Santri dan Warga, Tradisi Gotong Royong Kian Mengakar
Bandar Lampung — Semangat Iduladha 1447 Hijriah terasa hangat di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Menara Sembilan Indonesia (PPTQ MSI) Lampung. Melalui penyembelihan dan distribusi hewan qurban yang dipusatkan di Kemiling dan Natar, ratusan paket daging qurban dibagikan kepada santri dan masyarakat sekitar dalam suasana penuh kebersamaan dan gotong royong.
Pimpinan PPTQ MSI Lampung, Saif Umar, menegaskan bahwa qurban bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan momentum memperkuat nilai sosial dan budaya masyarakat Lampung, khususnya falsafah Sakai Sambayan yang sarat makna tolong-menolong dan kepedulian antar sesama.
“Tradisi qurban selain menjalankan syariat agama juga menjadi wujud nyata nilai Sakai Sambayan, yakni semangat gotong royong, saling membantu, dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan qurban tahun ini melibatkan pengurus pondok, santri, dan warga sekitar yang bersama-sama bergotong royong sejak proses penyembelihan, pengemasan hingga distribusi daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Saif Umar juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah qurbannya kepada PPTQ MSI Lampung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur. Semoga qurban yang ditunaikan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT serta membawa keberkahan bagi semua,” tambahnya.
Warga sekitar pun merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut. Ahmad Ridwan, warga Kemiling, mengaku bersyukur karena kegiatan qurban rutin PPTQ MSI selalu menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat.
“Alhamdulillah, masyarakat merasa terbantu dan suasana gotong royong sangat terasa dari pagi sampai selesai,” katanya.
Hal serupa disampaikan Siti Marhamah, warga Natar. Menurutnya, qurban menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga budaya kebersamaan masyarakat Lampung.
“Nilai Sakai Sambayan benar-benar hidup dalam kegiatan ini. Semua saling membantu dan peduli,” ujarnya.
Tradisi qurban yang dilaksanakan secara bersama-sama tersebut menjadi gambaran kuat bahwa nilai budaya lokal tetap terjaga di tengah kehidupan modern. PPTQ MSI Lampung berharap semangat berbagi, ukhuwah Islamiyah, dan kepedulian sosial terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Lampung. (*).






