Tekankan Perlindungan Anak

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Novianti Novriwan, membuka kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak (KTA), anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta pencegahan perkawinan usia anak di Pondok Modern Al Furqon, Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Senin (8/6).

Kegiatan tersebut dihadiri narasumber Ustaz Ichwani Wahidin dari Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) dan Winingsih, S.ST., M.Kes dari Badan Narkotika Nasional (BNN), serta diikuti para peserta didik dan tenaga pendidik.

Dalam sambutannya, Novianti Novriwan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujar Novianti Novriwan.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan lima pilar pendidikan karakter, yaitu cinta kepada Tuhan dan seluruh ciptaan-Nya, disiplin, sopan santun, kerja sama, serta cinta tanah air dan peduli lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Novianti turut berinteraksi langsung dengan para siswa TK Al Furqon melalui sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai karakter sejak usia dini.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rajin beribadah, disiplin belajar, menghormati orang tua dan guru, hingga menghindari perilaku perundungan (bullying).

Selain itu, anak-anak juga diajak untuk membangun sikap kerja sama, menghargai perbedaan, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap sekolah dan daerah.

“Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sehingga mereka berani menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dan mendapatkan pendampingan yang tepat,” tegasnya.

Novianti menambahkan, peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting dalam memperkuat pengawasan serta komunikasi dengan anak-anak guna mencegah berbagai bentuk kekerasan dan pernikahan usia dini.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua pihak dalam mencegah kekerasan terhadap anak, melindungi anak yang berhadapan dengan hukum, serta menekan angka perkawinan usia anak demi terwujudnya generasi Tubaba yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *