Unjuk Rasa Aliansi Lampung Tarik Mandat di DPRD Berlangsung Kondusif Meski Sempat Diwarnai Pembakaran Ban
Bandarlampung – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Lampung Tarik Mandat di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (15/6), berlangsung aman dan terkendali di bawah pengamanan ketat aparat gabungan dari Polda Lampung, Sat Brimob Polda Lampung, dan Polresta Bandar Lampung.
Sekitar 300 massa aksi menyampaikan tujuh tuntutan yang mencakup prioritas pendidikan, penurunan harga bahan pokok dan BBM, penghentian sejumlah proyek yang dinilai merugikan masyarakat, revisi Undang-Undang Polri, hingga penegakan hak asasi manusia.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh personel pengamanan mengikuti apel pengecekan yang dipimpin Kabag Ops Polresta Bandar Lampung Kompol Edi Kurniawan. Personel Brimob juga menjalani pemeriksaan oleh Provost untuk memastikan tidak membawa senjata api maupun senjata tajam selama bertugas mengamankan aksi.
Massa aksi yang awalnya berorasi di luar pagar DPRD kemudian meminta akses masuk ke halaman kantor dewan. Setelah melalui proses negosiasi dengan aparat keamanan, peserta aksi diizinkan masuk dengan batas area yang telah disepakati bersama.
Situasi sempat memanas ketika massa melakukan pembakaran ban sebagai simbol protes dan berupaya melewati batas pengamanan yang telah ditentukan. Namun aparat tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog sehingga situasi dapat dikendalikan tanpa bentrokan.
Komandan Satuan Brimob Polda Lampung, Kombes Pol Yustanto Mujiharso, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman.
“Kami telah melakukan persiapan yang matang dan memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas sesuai prosedur. Koordinasi dengan seluruh unsur pengamanan juga dilakukan agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Menurut Yustanto, keberhasilan pengamanan tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, termasuk peserta aksi yang pada akhirnya tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami menghargai kerja sama massa aksi yang menyampaikan aspirasi secara terbuka dan pada akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.
Selama pelaksanaan aksi, jajaran Sat Brimob Polda Lampung yang dipimpin langsung Dansat Brimob bersama Kabag Ops, Danyon A Pelopor, dan Danden Gegana melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Setelah kegiatan berakhir, seluruh personel mengikuti apel konsolidasi yang dipimpin Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay guna melakukan evaluasi pelaksanaan pengamanan.
Meski sempat diwarnai aksi pembakaran ban dan ketegangan saat negosiasi, demonstrasi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut berakhir tanpa insiden berarti. Massa membubarkan diri secara tertib, sementara aktivitas di sekitar Kantor DPRD Provinsi Lampung kembali berjalan normal. (*).






