Siap Kawal Target 500 Ribu PMI Terampil, Perkuat Pelindungan dan Pemberdayaan dari Hulu ke Hilir
BANDARLAMPUNG – DPD Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) sekaligus mencetak tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Dukungan tersebut menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, dan Ketua Umum IKA Untirta, Lamhot Sinaga, yang mencakup penguatan kompetensi, edukasi migrasi aman, serta pemberdayaan pekerja migran dan keluarganya.
Ketua DPD IKA Untirta Lampung, M. Hatta, menilai langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah mencetak 500 ribu PMI terampil hingga 2029 sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan daya saing bangsa.
“Kami mendukung pemerintah pusat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan tersebut sangat baik demi mewujudkan Indonesia Emas,” ujar Hatta.
Menurutnya, pekerja migran merupakan salah satu penyumbang devisa negara yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Karena itu, aspek pelindungan harus menjadi perhatian utama sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
“Harapan saya, pekerja migran tetap mendapatkan pelindungan yang maksimal. Mereka adalah pejuang devisa yang mengais rezeki di luar negeri sehingga negara wajib hadir memberikan rasa aman dan kepastian,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan pemerintah tengah membangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri guna memperkuat sistem pelindungan pekerja migran secara menyeluruh.
“Kita membangun sinergi untuk memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran dari hulu sampai hilir, sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja global, terutama sektor formal,” ujarnya.
Ketua Umum IKA Untirta, Lamhot Sinaga, mengatakan jaringan alumni yang tersebar di berbagai bidang keilmuan dan negara dapat menjadi modal penting dalam mendukung peningkatan kapasitas calon pekerja migran.
“Kami memiliki alumni dari berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan pasar kerja global. Potensi ini dapat disinergikan untuk mendukung peningkatan kompetensi, edukasi, hingga pelindungan pekerja migran Indonesia,” kata Lamhot.
Ia menambahkan, IKA Untirta siap berkontribusi melalui program pelatihan, pendampingan, penyebarluasan informasi, serta pemberdayaan pekerja migran dan keluarganya agar manfaat ekonomi migrasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kolaborasi pemerintah dan kalangan alumni perguruan tinggi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan pekerja migran yang profesional, terlindungi, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat kontribusi sektor ketenagakerjaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. (*).






