Bandarlampung – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai memanaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2026. Seleksi ketat digelar untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat kontingen Lampung, dengan cabang olahraga (cabor) catur dan domino menjadi fokus utama demi memburu medali emas.
Antusiasme tinggi terlihat pada seleksi cabor catur yang diikuti 20 jurnalis dari berbagai media. Mereka bersaing memperebutkan posisi terbaik untuk masuk dalam skuad Lampung.
Manajer Cabor Catur PWI Lampung, Bey Sujarwo, mengatakan proses seleksi dilakukan secara objektif agar menghasilkan atlet yang benar-benar siap bersaing di tingkat nasional.
“Advokat dengan catur ini hampir mirip. Semua harus berpikir sebelum melangkah. Kalau melangkah dulu baru berpikir, ya bisa salah langkah dan akhirnya kalah. Filosofi itu juga sangat dekat dengan profesi wartawan yang dituntut cermat dalam mengambil keputusan,” ujar Bey, Minggu (5/7/2026).
Bey optimistis Lampung mampu kembali menunjukkan kejayaannya di cabang catur. Menurutnya, daerah ini memiliki sejarah panjang melahirkan pecatur-pecatur tangguh yang mampu bersaing di level nasional.
“Target kami ke depan Lampung bisa mendominasi perolehan medali. Kami ingin tampil maksimal dan kalau bisa menyapu bersih medali yang diperebutkan,” tegasnya.
Persaingan tak kalah sengit juga terjadi di cabang olahraga domino. Sebanyak 16 peserta mengikuti seleksi awal yang digelar dengan sistem pertandingan berpasangan untuk menentukan enam atlet terbaik dan dua atlet cadangan.
Penanggung Jawab Cabor Domino PWI Lampung, Septa Harian Pangga, menjelaskan bahwa seluruh atlet yang lolos seleksi akan langsung mengikuti program Training Center (TC) sebagai persiapan menuju Porwanas.
“Pada Porwanas 2026 nanti, domino mempertandingkan nomor perorangan dan berpasangan yang dibagi dalam dua kelompok usia. Setelah seleksi ini, atlet yang lolos akan menjalani pemusatan latihan untuk menentukan komposisi terbaik,” kata Septa.
Mengacu pada capaian Porwanas sebelumnya di Banjarmasin yang berhasil menembus delapan besar, Septa yakin prestasi Lampung dapat meningkat secara signifikan.
“Target kami minimal membawa pulang satu medali emas, khususnya di kategori usia 27 sampai 40 tahun. Dengan persiapan yang matang, kami optimistis target itu bisa tercapai,” ujarnya.
Seleksi atlet ini menjadi langkah awal PWI Lampung dalam membangun kontingen yang tangguh dan kompetitif. Dengan persiapan yang lebih matang serta semangat tinggi para wartawan-atlet, PWI Lampung optimistis mampu mengharumkan nama daerah dan membawa pulang prestasi terbaik pada ajang Porwanas 2026. (*).






