Ras’yah Khairunnisa Patahkan Stigma Dunia Teknologi Milik Kaum Pria, Piawai Merakit Perangkat hingga Kembangkan Solusi Berbasis IoT
Bandarlampung – Dunia perangkat keras (hardware), mikrokontroler, hingga Internet of Things (IoT) selama ini identik dengan mahasiswa laki-laki. Namun anggapan itu dipatahkan oleh Ras’yah Khairunnisa, mahasiswi semester IV Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang tampil percaya diri menguasai dunia teknologi, mulai dari merakit perangkat elektronik hingga pemrograman.
Di balik penampilannya yang anggun, Ras’yah justru akrab dengan solder, rangkaian elektronik, jaringan komputer, dan mikrokontroler. Kemampuannya menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk berprestasi dan berkarier di bidang teknologi.
Ras’yah mengaku ketertarikannya terhadap dunia komputer telah tumbuh sejak menempuh pendidikan di SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Bekal tersebut kemudian membawanya memilih Program Studi Sistem Komputer agar dapat memperdalam ilmu perangkat lunak maupun perangkat keras.
“Saya memilih Prodi Sistem Komputer karena sejak SMK mengambil jurusan TKJ, jadi sudah cukup familiar dengan dunia komputer dan jaringan. Saya ingin belajar lebih dalam lagi karena di Sistem Komputer tidak hanya mempelajari software, tetapi juga hardware. Pengetahuannya jadi lebih luas dan sesuai dengan minat saya di bidang teknologi,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (6/7).
Menurutnya, proses perkuliahan di Sistem Komputer tidak hanya berisi teori, tetapi didominasi praktik dan pengerjaan proyek yang menantang mahasiswa untuk menciptakan solusi berbasis teknologi.
“Yang membuat kuliah di Sistem Komputer seru adalah banyak praktik dan proyek yang bisa langsung diterapkan. Kami belajar perancangan jaringan komputer, pemrograman, mikrokontroler, Internet of Things (IoT), hingga berbagai teknologi terbaru. Tantangan memecahkan masalah dan menciptakan solusi berbasis teknologi membuat proses belajar menjadi semakin menarik,” katanya.
Kiprah Ras’yah mencerminkan semakin besarnya peran perempuan di sektor teknologi digital. Dengan ketelitian, kreativitas, dan kemampuan berpikir logis, ia membuktikan bahwa inovasi tidak mengenal batas gender.
Melalui semangat belajar dan keberaniannya menembus stigma, Ras’yah menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menekuni bidang teknologi. Baginya, keberhasilan bukan ditentukan oleh siapa yang memegang solder, melainkan oleh siapa yang terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi menghadapi perkembangan zaman. (*).






