SPS Lampung Dorong Perusahaan Pers Berlaga di IPMA, IDMA, dan IYRA Awards 2026
Bandarlampung – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Lampung mengajak seluruh perusahaan pers di Provinsi Lampung untuk mengambil bagian dalam SPS Awards 2026, ajang penghargaan jurnalistik bergengsi tingkat nasional yang meliputi Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia Digital Media Awards (IDMA), dan Indonesia Young Readers Awards (IYRA).
SPS menilai keikutsertaan media daerah dalam kompetisi tersebut bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas jurnalisme Lampung sekaligus memperkuat daya saing media lokal di tingkat nasional.
Ketua Harian SPS Lampung, Taswin Hasbullah, mengatakan IPMA, IDMA, dan IYRA telah menjadi barometer kualitas produk jurnalistik, inovasi media, serta profesionalisme perusahaan pers di Indonesia.
“IPMA, IYRA, dan IDMA bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang bagi perusahaan pers untuk menunjukkan kualitas karya jurnalistik, inovasi, dan profesionalisme yang selama ini dibangun. Kami mengajak seluruh anggota SPS maupun media lainnya di Lampung untuk memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Taswin.
Pendaftaran SPS Awards 2026 telah dibuka sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga 15 Agustus 2026, dengan penilaian terhadap karya yang dipublikasikan pada periode 1 Januari 2025 hingga 30 Juni 2026.
Untuk kategori IPMA, kompetisi mencakup desain sampul surat kabar dan majalah, editorial terbaik, foto jurnalistik, laporan investigasi, infografis, hingga rubrik keberlanjutan (sustainability). Sementara IDMA memberikan apresiasi bagi media digital melalui kategori media online terbaik, konten media sosial, berita investigasi, jurnalisme data, hingga podcast berita. Adapun IYRA berfokus pada inovasi media dalam membangun minat baca generasi muda.
Menurut Taswin, perusahaan pers di Lampung memiliki banyak karya berkualitas yang layak bersaing di tingkat nasional.
“Selama ini media di Lampung telah menghasilkan banyak karya jurnalistik yang baik. Karena itu kami berharap semakin banyak media dari Lampung ikut berkompetisi sehingga potensi daerah dapat dikenal lebih luas di tingkat nasional,” katanya.
Ia menambahkan, SPS Awards juga menjadi sarana evaluasi bagi perusahaan pers untuk terus meningkatkan mutu pemberitaan, memperkuat inovasi digital, serta meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat.
SPS menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp450 ribu per entri bagi anggota SPS dan Rp550 ribu bagi nonanggota, tanpa pembatasan jumlah karya yang dapat diikutsertakan. Peserta kategori IPMA dan IYRA mengirimkan karya dalam format JPG atau PDF, sedangkan peserta IDMA mengirimkan tautan website maupun media sosial beserta resume singkat sesuai ketentuan panitia.
Taswin berharap semakin banyak media dari Lampung berpartisipasi dan meraih prestasi pada SPS Awards 2026.
“Semakin banyak media Lampung yang berpartisipasi dan berprestasi, semakin menunjukkan bahwa kualitas jurnalisme daerah mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. (*).






