Gotong Royong Ribuan Warga Bersihkan Radin Inten Beach, Gerakan Kecil untuk Masa Depan Laut dan Pariwisata
Lampung Selatan — Matahari belum tinggi ketika langkah-langkah kecil mulai memenuhi garis pantai Radin Inten Beach, Jumat (10/7). Dari kejauhan, hamparan pasir yang biasanya dipenuhi wisatawan pagi itu berubah menjadi lautan manusia yang membawa karung, kantong sampah, dan semangat yang sama: mengembalikan wajah pantai kebanggaan Lampung.
Tak ada seragam yang membedakan mereka. Mahasiswa berjalan berdampingan dengan nelayan. Aparat TNI dan Polri memungut sampah bersama pelajar. Komunitas lingkungan, organisasi masyarakat, hingga warga sekitar menyatu dalam satu irama gotong royong.
Sebagian menyusuri bibir pantai, mengumpulkan botol plastik, bungkus makanan, dan ranting kayu yang terseret ombak. Di sisi lain, anggota komunitas perenang menyelam ke perairan dangkal, mengangkat sampah yang masih mengapung sebelum dibawa ke daratan.
Pagi itu, Radin Inten Beach bukan sekadar lokasi bersih-bersih. Pantai yang dahulu dikenal sebagai Pantai Pasir Putih menjadi simbol kebangkitan kepedulian terhadap lingkungan.
Gerakan Radin Inten Asri pun resmi dimulai dari tempat ini. Sebuah gerakan yang ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengaku terkejut melihat perubahan kawasan tersebut dibandingkan setahun lalu. Menurutnya, pantai yang dahulu belum tertata kini telah berubah menjadi destinasi yang semakin layak dibanggakan.
“Tahun lalu pantai ini masih belum layak. Hari ini saya melihat perubahannya luar biasa dan sudah sangat layak menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di Lampung,” ujarnya.
Bagi Mirza, pantai bukan sekadar tempat wisata. Garis pantai adalah wajah pertama yang menyambut tamu ketika datang ke Lampung.
Karena itu, ia berharap budaya menjaga kebersihan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Pantai adalah wajah Provinsi Lampung, pantai adalah citra Provinsi Lampung, dan pantai adalah kebanggaan seluruh masyarakat Provinsi Lampung,” katanya.
Semangat serupa disampaikan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Menurutnya, aksi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Darat agar gerakan kebersihan terus digelorakan di wilayah Lampung dan Bengkulu.
Namun yang ingin dibangun bukanlah kegiatan seremonial yang selesai dalam sehari.
“Kami ingin memulainya dari pantai karena banyak sampah yang bermuara ke laut. Yang kami harapkan bukan kegiatan seremonial satu hari, tetapi gerakan yang terus berlanjut sehingga masyarakat terbiasa hidup di lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Menjelang siang, puluhan karung sampah telah memenuhi bibir pantai. Plastik, kayu, dan berbagai limbah yang sebelumnya berserakan kini berubah menjadi bukti bahwa ribuan tangan mampu menghadirkan perubahan.
Yang tersisa bukan hanya pantai yang lebih bersih.
Ada harapan baru bahwa kepedulian terhadap lingkungan akan terus hidup setelah para peserta pulang. Bahwa kebiasaan sederhana memungut sampah akan menjadi budaya. Bahwa laut yang bersih akan menjaga kehidupan nelayan, menghidupkan pariwisata, sekaligus memperlihatkan wajah terbaik Lampung kepada siapa pun yang datang.
Di tepi Radin Inten Beach, Jumat pagi itu, masyarakat menunjukkan satu pesan sederhana: wajah daerah yang indah selalu dimulai dari kepedulian warganya. (*).






