Gelar TFT Daurah Murobbi, Perkuat Kaderisasi dan Cetak Trainer UPA di Seluruh Lampung
Bandar Lampung – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung memperkuat mesin kaderisasi hingga tingkat desa. Melalui Training for Trainers (TFT) Daurah Murobbi bertema “Mendidik dengan Hati, Membina dengan Keteladanan”, DPW PKS Lampung menyiapkan trainer yang akan membentuk pembina Unit Pembinaan Anggota (UPA) di setiap desa dan kelurahan se-Provinsi Lampung.
Kegiatan yang berlangsung di Aula GSG Ragom Sejahtera, Sabtu (11/7/2026), itu diikuti para kader terpilih dari berbagai daerah. Selama sehari penuh, peserta mendapatkan penguatan materi kepemimpinan, filosofi pembinaan, metode membangun ketangguhan masyarakat, hingga lokakarya aplikatif untuk meningkatkan kapasitas sebagai pembina kader.
Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, mengatakan penguatan kualitas pembina di tingkat desa menjadi strategi penting agar kehadiran PKS benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan, pendampingan, dan keteladanan.
“PKS ingin memastikan kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat di setiap desa di Provinsi Lampung. Karena itu, melalui peningkatan skill dan keilmuan para pengurus di tingkat ranting secara rutin, kami ingin melahirkan pembina-pembina yang tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi mampu hadir sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ade Utami.
Menurutnya, perubahan sosial tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan. Karena itu, keberadaan trainer yang kompeten akan menjadi ujung tombak dalam membangun karakter kader sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika para trainer ini turun ke desa-desa dan kader di tingkat ranting terus bertumbuh menjadi pribadi yang berkualitas, insya Allah akan lahir generasi yang kuat, berintegritas, dan membawa kemaslahatan yang luas bagi masyarakat Lampung,” tegasnya.
Ade menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PKS untuk menghadirkan sistem kaderisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Melalui jaringan pembina UPA yang tersebar hingga ke tingkat desa, PKS berharap proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif, memperkuat kolaborasi di tengah masyarakat, serta melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan semangat melayani. Program ini juga diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas di seluruh Provinsi Lampung. (*)






