RUWAT BUMI NUSANTARA RAJUT PERSATUAN

Ratusan Warga Lampung Tengah Satukan Doa Pasca-Pemilu, Budaya Jadi Perekat NKRI

LAMPUNG TENGAH – Ratusan warga Kampung Sripurnomo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar Ruwat Bumi Nusantara 2026 sebagai ikhtiar memperkuat persatuan dan mempererat kerukunan masyarakat pasca-Pemilu. Perhelatan budaya yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026, menjadi simbol bahwa perbedaan pilihan politik harus berakhir dalam semangat kebersamaan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengusung tema “Satu Doa untuk Bumi Pertiwi, Satu Rasa untuk NKRI”, kegiatan yang dipusatkan di sepanjang Jalan Merdeka itu sekaligus memperingati Hari Jadi Kabupaten Lampung Tengah ke-80 dan HUT ke-35 LPP TVRI Stasiun Lampung.

Ketua Panitia Ruwat Bumi Nusantara 2026 mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dirancang bukan sekadar ritual adat, melainkan menjadi ruang membangun kembali persaudaraan masyarakat setelah dinamika politik.

“Di tengah situasi pasca-pemilu, masyarakat rentan mengalami polarisasi. Melalui doa lintas agama dan Kembul Bujana, kami ingin menghapus sekat perbedaan. Hari ini seluruh elemen masyarakat duduk bersama demi keutuhan NKRI,” ujarnya.

Ruwat Bumi Nusantara memadukan tiga pilar utama, yakni pelestarian budaya, penguatan nilai kebangsaan, dan aksi sosial. Berbagai pertunjukan seni tradisional seperti wayang kulit dan kuda kepang ditampilkan sebagai upaya mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sekaligus memperkuat identitas bangsa.

Selain itu, digelar Dialog Kebangsaan dan Ekologi yang menghadirkan tokoh adat, tokoh agama, serta pegiat lingkungan untuk membahas pentingnya budaya sebagai perekat persatuan dan penjaga kelestarian alam.

Tak hanya bernuansa budaya, kegiatan ini juga menghadirkan pelayanan sosial bagi masyarakat. Sekitar 1.000 warga mendapat manfaat dari berbagai layanan gratis, mulai dari donor darah bersama PMI Provinsi Lampung, pemeriksaan kesehatan gratis oleh UPTD Puskesmas Poncowarno, hingga khitanan massal.

Panitia juga bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Provinsi Lampung dan Baznas Lampung Tengah menggelar pasar murah serta menyalurkan santunan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga.

Kegiatan yang mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat itu diharapkan menjadi contoh bagaimana budaya dapat menjadi instrumen membangun harmoni sosial sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Melalui Ruwat Bumi Nusantara 2026, masyarakat Kampung Sripurnomo ingin menegaskan bahwa tradisi bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga kekuatan untuk menjaga persatuan, merawat toleransi, dan membangun optimisme menuju Indonesia yang semakin maju dan harmonis. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *