MoU dan Implementation Agreement Dikawal hingga Lahirkan Program Nyata bagi Mahasiswa dan Dosen
Bandarlampung – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang memperkuat sinergi antarkampus melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA), Selasa (14/7). Kesepakatan tersebut menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Kerja sama ditandai dengan kunjungan jajaran pimpinan UIGM ke Kampus IIB Darmajaya yang disambut langsung Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., bersama jajaran pimpinan fakultas, program studi, dan unit kerja.
Muprihan Thaib menegaskan, penandatanganan MoU dan Implementation Agreement tidak boleh berhenti sebagai seremoni administratif. Menurutnya, seluruh kesepakatan harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, maupun kedua institusi.
“Kami ingin memastikan MoU dan Implementation Agreement ini benar-benar hidup melalui program-program yang nyata. Mahasiswa harus mendapatkan kesempatan belajar yang lebih luas, dosen memiliki ruang kolaborasi penelitian dan publikasi, serta kedua institusi sama-sama memperoleh nilai tambah dari kerja sama ini,” ujar Muprihan.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, dosen tamu, seminar, pelatihan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Menurut Muprihan, kolaborasi antarkampus menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi di Lampung dan Sumatra Selatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas tridarma sekaligus memperkuat daya saing lulusan.
“Kami percaya kolaborasi adalah kunci menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan. Dengan saling berbagi pengalaman, sumber daya, dan inovasi, kami optimistis kerja sama ini akan menghasilkan berbagai program unggulan yang berdampak langsung bagi sivitas akademika maupun masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, penandatanganan kesepakatan justru menjadi awal dari pekerjaan besar yang harus diwujudkan melalui implementasi yang terukur dan berkelanjutan.
“Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni hari ini. Justru setelah penandatanganan inilah pekerjaan sesungguhnya dimulai, yakni menghadirkan program yang terukur, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing lulusan serta kualitas pendidikan tinggi di Sumatra,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UIGM, Dr. Hj. Tien Yustini, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keluarga besar IIB Darmajaya. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Melalui MoU dan Implementation Agreement ini, kami berharap segera lahir kegiatan-kegiatan nyata. Kerja sama yang baik adalah kerja sama yang dilaksanakan, dievaluasi, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Penandatanganan Implementation Agreement menjadi langkah strategis agar kerja sama tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi langsung dijalankan oleh fakultas, program studi, dan unit terkait dengan target yang terukur. Setelah prosesi penandatanganan, kedua perguruan tinggi juga membahas sejumlah program yang akan direalisasikan dalam waktu dekat melalui koordinasi dan pendampingan secara berkelanjutan.
Kolaborasi IIB Darmajaya dan UIGM diharapkan menjadi model sinergi antarkampus di Sumatra dalam memperkuat tridarma perguruan tinggi, meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)






