Kolaborasi Dosen IIB Darmajaya–Unpad Raih Hibah Kemdiktisaintek 2026, Dukung Ketahanan Pangan dan Gizi Anak Sekolah
Bandarlampung – Inovasi pangan berbasis potensi lokal kembali lahir dari dunia akademik. Kolaborasi dosen Program Studi Teknologi Pangan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil meraih hibah penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI Tahun 2026 melalui Skema Penelitian Dasar (Penelitian Dosen Pemula).
Tim peneliti mengembangkan StikCal, camilan bergizi berbahan ikan layang utuh, termasuk tulangnya, yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak usia sekolah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis sumber daya lokal.
Penelitian dipimpin dosen Teknologi Pangan IIB Darmajaya Puan Mutia Ayunisa, S.T.P., M.T.P., dengan anggota Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A. dari IIB Darmajaya serta Dr. Souvia Rahimah, S.T.P., M.Sc. dari Universitas Padjadjaran. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan melahirkan inovasi pangan yang dapat diterapkan secara luas oleh masyarakat.
Puan menjelaskan, penelitian berangkat dari tingginya konsumsi jajanan anak sekolah yang umumnya tinggi gula dan garam, tetapi rendah protein serta mineral. Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif camilan sehat yang memanfaatkan bahan baku lokal bernilai gizi tinggi.
“Selama ini pemanfaatan ikan layang lebih banyak menggunakan dagingnya saja. Melalui penelitian ini kami mengolah ikan layang secara utuh, termasuk tulangnya, sehingga kandungan kalsium, protein, dan nutrisi lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi camilan yang sehat dan disukai anak-anak,” ujar Puan dalam siaran persnya, Senin (27/7/2026).
Ia menerangkan, tulang ikan diolah menggunakan teknologi presto sehingga menjadi lunak dan aman dikonsumsi. Produk selanjutnya akan melalui serangkaian uji laboratorium, mulai dari kandungan protein, lemak, karbohidrat, kalsium, tekstur, hingga uji sensori untuk memperoleh formulasi terbaik. Formulasi unggulan juga akan dianalisis profil asam aminonya sebagai penguatan bukti ilmiah.
Selain menghasilkan produk pangan bergizi, riset ini mengusung konsep zero waste dengan memanfaatkan seluruh bagian ikan layang. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi limbah hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas ikan layang yang melimpah di wilayah pesisir Indonesia.
“Kami berharap formulasi stik ikan layang utuh ini tidak hanya menghasilkan produk dengan mutu gizi yang optimal, tetapi juga dapat diterapkan oleh industri rumah tangga maupun UMKM sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak sekolah,” kata Puan.
Penelitian yang berlangsung selama satu tahun itu juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan IIB Darmajaya dalam proses produksi, pengujian laboratorium, hingga analisis data. Luaran yang ditargetkan meliputi publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi dan pengajuan paten sederhana atas formulasi StikCal.
Melalui riset ini, IIB Darmajaya menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberi solusi nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, penguatan ketahanan pangan nasional, serta pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal. (*).






