Putri Zulhas Kawal Digitalisasi Kesehatan hingga Desa

Pastikan BPJS Warga Aktif, Dorong Pemanfaatan SATUSEHAT Mobile

TANGGAMUS – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Lampung I, Putri Zulkifli Hasan, menegaskan komitmennya mengawal transformasi layanan kesehatan nasional hingga menjangkau masyarakat desa.

Komitmen tersebut disampaikan saat menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) dalam rangka kunjungan reses di Kabupaten Tanggamus, Rabu (29/7/2026). Kegiatan itu diikuti ratusan warga yang mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan layanan kesehatan digital melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.

Dalam sosialisasi, Putri tidak hanya memperkenalkan manfaat digitalisasi layanan kesehatan, tetapi juga memastikan seluruh peserta memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif sehingga dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa kendala.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memahami penggunaan SATUSEHAT Mobile, tetapi juga memiliki kepesertaan BPJS yang aktif. Kalau ada BPJS yang mati, bermasalah, atau belum aktif, insyaallah segera kita bantu agar bisa digunakan kembali. Negara harus hadir memastikan masyarakat memperoleh hak pelayanan kesehatannya,” ujar Putri.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah membangun satu sistem pencatatan kesehatan nasional yang terintegrasi. Melalui SATUSEHAT Mobile, seluruh riwayat kesehatan masyarakat, mulai dari hasil pemeriksaan, laboratorium, obat-obatan, imunisasi hingga riwayat penyakit dapat tersimpan secara digital dan diakses ketika dibutuhkan.

“Negara sedang membangun catatan kesehatan untuk setiap warga melalui SATUSEHAT. Nantinya riwayat berobat, hasil laboratorium, obat yang pernah dikonsumsi hingga catatan imunisasi tersimpan dalam satu sistem. Dengan begitu masyarakat tidak perlu lagi membawa banyak berkas setiap kali berobat,” jelasnya.

Putri menambahkan, aplikasi tersebut juga memudahkan masyarakat mengakses layanan Cek Kesehatan Gratis serta menyimpan hasil pemeriksaan secara digital sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat, efisien, dan akurat.

Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.

“Bagi masyarakat yang masih kesulitan menggunakan aplikasi, tidak perlu khawatir. Keluarga, kader posyandu, bidan desa, hingga petugas puskesmas siap membantu proses pendaftaran dan penggunaan aplikasi. Kami ingin transformasi digital kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat sampai ke desa-desa,” tegas Putri.

Melalui sosialisasi tersebut, Putri berharap literasi digital kesehatan masyarakat terus meningkat sehingga pelayanan kesehatan nasional semakin mudah diakses, terintegrasi, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampung. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *