Japfa for Kids Hadir di SDN 1 Budidaya, Senyum Anak-anak Menjadi Energi Menuju Generasi Emas 2045
SIDOMULYO – Gelak tawa pecah di halaman SDN 1 Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Berseragam olahraga hijau-kuning, puluhan siswa duduk santai usai mengikuti senam bersama. Sebagian bercengkerama, sebagian lagi tertawa lepas dengan teman lainnya. Keceriaan sederhana itu menjadi potret masa kanak-kanak yang begitu hangat.
Di balik senyum polos mereka, tersimpan harapan besar. Sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter, persahabatan, kesehatan, dan mimpi-mimpi yang kelak menjadi fondasi Generasi Emas Indonesia 2045.
Suasana itu menjadi bagian dari pelaksanaan Program Japfa for Kids, sebuah program kepedulian sosial yang menitikberatkan pada kesehatan dan pemenuhan gizi anak.

Kepala SDN 1 Budidaya, Andri Sugiarto, mengaku bersyukur sekolahnya dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut.
“Ini baru pertama kali sekolah kami mendapatkan program seperti ini. Kami berterima kasih kepada JAPFA yang telah merekomendasikan SDN 1 Budidaya sebagai sasaran program. Jumlah siswa kami ada 186 anak dan tentu ini menjadi perhatian besar bagi kami,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Andri menjelaskan, program berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026. Setiap hari Jumat, siswa mengikuti berbagai kegiatan pembiasaan hidup sehat, mulai dari senam bersama, cuci tangan, hingga pemeriksaan kebersihan kuku.
Tak hanya itu, JAPFA juga melakukan intervensi terhadap delapan siswa yang mengalami stunting atau malnutrisi. Masing-masing anak mendapatkan telur yang dibawa pulang ke rumah setiap hari sebagai tambahan asupan gizi.
“Telur itu kami pastikan benar-benar sampai kepada anak. Bahkan kami memanggil orang tua atau wali murid agar program ini berjalan optimal. Kami juga menugaskan dua orang guru untuk terus berkomunikasi intensif dengan tim JAPFA. Alhamdulillah, distribusinya berjalan baik tanpa kendala,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan Camat Sidomulyo, Fran Sinatra Adung, S.P., M.M. Menurutnya, kehadiran sektor swasta dalam mendukung kesehatan anak merupakan bentuk kolaborasi yang sangat dibutuhkan.
“Pemerintah memang memiliki Program Makan Bergizi Gratis, tetapi kepedulian dunia usaha seperti JAPFA menjadi pelengkap yang sangat berarti. Kami mengapresiasi program Japfa for Kids karena benar-benar menyentuh kebutuhan anak-anak,” katanya.
Ia berharap semakin banyak perusahaan di wilayah Sidomulyo ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
“Semoga perusahaan-perusahaan lain juga ikut peduli terhadap kesehatan anak-anak di Sidomulyo. Jika dilakukan bersama-sama, dampaknya tentu akan jauh lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Social Investment Supervisor JAPFA, Sthumaidah, didampingi Head of Social Investment JAPFA Retno Artsanti, menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi setiap bulan untuk melihat perkembangan delapan anak yang menjadi sasaran intervensi. Harapannya, kondisi gizi mereka terus membaik hingga program selesai,” ungkapnya.
Namun, lebih dari sekadar angka dan laporan, keberhasilan program ini sebenarnya terlihat dari wajah-wajah ceria anak-anak.

Usai kegiatan, sebagian siswa berlarian mengejar bola di lapangan sekolah. Yang lain asyik memainkan permainan sederhana sambil tertawa bersama teman-temannya. Tidak ada gawai, tidak ada kegaduhan yang berlebihan, hanya kebahagiaan kecil yang tumbuh dari kebersamaan.
Senyum mereka mengingatkan bahwa anak-anak sehat bukan hanya mereka yang cukup makan, tetapi juga mereka yang bebas bermain, aktif bergerak, memiliki teman, dan tumbuh dalam lingkungan yang peduli.
Di halaman SDN 1 Budidaya, tawa itu bukan sekadar suara riang. Ia adalah bahasa harapan—bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa dimulai dari anak-anak yang hari ini tumbuh sehat, bahagia, dan penuh semangat. (Cah).






