Turun ke Lokasi, Mukhlis Basri Cek Proyek Pengaman Pantai

PESISIR BARAT – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri, turun langsung meninjau proyek pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (6/8).

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul beredarnya isu di media sosial yang menyebut proyek senilai Rp17,6 miliar itu menggunakan pasir laut sebagai material pekerjaan. Setelah melakukan pemeriksaan lapangan bersama pemerintah daerah, konsultan pengawas, dan kontraktor, Mukhlis menyatakan material pasir yang digunakan berasal dari Liwa, Kabupaten Lampung Barat, bukan dari pantai.

Menurut Mukhlis, peninjauan dilakukan agar polemik yang berkembang di masyarakat dapat dijawab berdasarkan fakta di lapangan. Ia mengatakan material yang digunakan sesuai penjelasan teknis dan berasal dari sumber yang telah ditetapkan dalam pekerjaan.

“Kami mendapat informasi adanya pemberitaan yang viral terkait dugaan penggunaan pasir laut. Karena itu kami turun langsung ke lapangan bersama pemerintah daerah, pengawas, dan kontraktor. Setelah melihat langsung dan berdialog, pasir yang digunakan berasal dari Liwa, bukan pasir laut,” tegas Mukhlis.

Ia mengapresiasi peran masyarakat dan media dalam mengawasi pelaksanaan proyek pemerintah. Namun, menurutnya setiap dugaan penyimpangan harus dibuktikan secara objektif melalui pengujian ilmiah dan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait.

“Kalau ada dugaan penyimpangan, silakan diuji di laboratorium. Jangan hanya melihat dari foto lalu langsung menyimpulkan. Jika memang terbukti tidak sesuai spesifikasi, tentu kontraktor harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Mukhlis juga mengungkapkan perjuangan memperoleh anggaran pembangunan pengaman pantai tersebut tidak mudah. Usulan awal sepanjang 450 meter terpaksa dipangkas menjadi 150 meter akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Meski demikian, ia berharap pembangunan tahap pertama menjadi dasar untuk memperoleh alokasi lanjutan karena abrasi masih terus mengancam permukiman warga dan ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, menyampaikan apresiasi atas perjuangan Mukhlis Basri dalam menghadirkan anggaran penanganan abrasi di wilayah tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perjuangan Bapak Mukhlis Basri dalam membantu menghadirkan anggaran penanganan abrasi di Pesisir Barat. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai ketentuan, spesifikasi teknis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga terbuka terhadap pengawasan dari semua pihak sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang akuntabel dan berkualitas,” katanya.

Di sisi lain, Pelaksana PT Bumi Palapa Perkasa Cabang Bandar Lampung, M. Heru Saputra, memastikan seluruh material yang digunakan telah sesuai spesifikasi teknis dan dokumen perencanaan.

“Seluruh material yang kami gunakan sesuai spesifikasi. Pasir didatangkan dari Liwa, bukan pasir laut. Hingga awal Agustus progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 15 persen dan kami menargetkan proyek selesai 100 persen pada Desember 2026,” ujarnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *