Resti Ingin Jadi Guru IT Kreatif, Siap Padukan Teknologi dan Pendidikan di Era Digital
BANDAR LAMPUNG — Keinginan memadukan teknologi dan pendidikan mengantarkan Resti Septika, lulusan SMAN 2 Gedongtataan, Pesawaran, memilih Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya sebagai pilihan melanjutkan pendidikan tinggi.
Bagi Resti, menjadi guru di era digital tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Pendidik juga dituntut memahami teknologi agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai perkembangan zaman.
“Saya memilih Pendidikan Teknologi Informasi karena di sini saya bisa mempelajari IT dan komputer sekaligus ilmu keguruan atau pendidikan. Prospek kerjanya juga luas, bisa menjadi guru, tetapi juga bisa masuk ke dunia industri IT,” ujar Resti saat diwawancarai, Kamis (20/8/2026).
Gadis asal Gedongtataan tersebut menilai IIB Darmajaya memiliki lingkungan pendidikan yang mendukung kreativitas dan inovasi. Kampus tersebut juga menjadi pilihannya karena dinilai memiliki kekuatan di bidang teknologi informasi.
“Alasan saya memilih IIB Darmajaya karena ini kampus IT unggulan di Lampung. Lingkungannya kreatif dan inovatif, dan yang paling penting lulusannya siap untuk dunia kerja,” katanya.
TAK SEKADAR JADI GURU
Resti menegaskan pilihannya terhadap Pendidikan Teknologi Informasi bukan sekadar untuk mengejar profesi sebagai guru. Ia ingin memiliki kemampuan di bidang teknologi yang dapat membuka peluang berkarier lebih luas.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Resti berharap dapat menjadi tenaga pendidik bidang teknologi informasi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi pembelajaran berbasis teknologi.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat dunia pendidikan membutuhkan tenaga pendidik yang mampu mengikuti perubahan. Karena itu, kemampuan teknologi dan kompetensi keguruan ingin ia kembangkan secara bersamaan.
BEKAL PRAMUKA DAN OSN
Semasa menempuh pendidikan di SMA, Resti juga aktif mengembangkan kemampuan di luar akademik. Ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan pernah mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten.
“Selama di SMA saya aktif di ekstrakurikuler Pramuka. Saya juga pernah mengikuti lomba OSN sebagai peserta seleksi kabupaten antar sekolah,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Resti. Kegiatan Pramuka, menurutnya, melatih kedisiplinan sekaligus membangun jiwa kepemimpinan. Sementara pengalaman mengikuti seleksi OSN memberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan dan membangun mental berkompetisi.
Kini, dengan bekal pengalaman tersebut, Resti siap memasuki dunia perguruan tinggi. Ia ingin menjadikan masa studinya di IIB Darmajaya sebagai langkah untuk mewujudkan cita-cita menjadi guru IT kreatif sekaligus generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pendidikan. (Rls).






