BRI Unit Mandah Dorong Peternak Ayam Terus Naik Kelas
LAMPUNG SELATAN – Ketekunan dan keberanian mengembangkan usaha membuat Bukori berhasil membawa peternakan ayam broiler miliknya tumbuh dari skala kecil menjadi usaha berkapasitas 14.000 ekor. Perjalanan selama 13 tahun itu turut ditopang akses pembiayaan dan pendampingan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Usaha yang dirintis sejak 2013 di Desa Rejoagung, Kecamatan Tegineneng, Lampung Selatan, tersebut awalnya hanya memiliki kapasitas sekitar 3.000 ekor ayam.
Bukori kemudian memanfaatkan pembiayaan BRI sebagai modal pengembangan. Pinjaman awal sebesar Rp50 juta digunakan untuk mendukung peningkatan kapasitas serta kebutuhan operasional peternakan.
Seiring usaha berkembang, plafon pembiayaan yang diterima Bukori juga meningkat. Saat ini, ia mendapatkan fasilitas Kupedes dengan tenor 36 bulan, dengan plafon yang sebelumnya Rp200 juta menjadi Rp250 juta.
Peningkatan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap nasabah yang dinilai memiliki usaha produktif dan prospek pengembangan.
Pendampingan usaha dilakukan Mantri BRI Herma Yunita melalui BRI Unit Mandah. Komunikasi dan pendampingan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan kemitraan sekaligus memastikan usaha nasabah terus berkembang.
Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, Hutama Wiranegara Gunawan, mengatakan kisah Bukori menunjukkan bahwa akses pembiayaan yang disertai pengelolaan usaha dan pendampingan dapat mendorong pelaku usaha berkembang secara bertahap.
«“BRI terus berkomitmen untuk hadir mendampingi pelaku usaha, khususnya sektor produktif, agar dapat naik kelas. Kisah Bukori menunjukkan bahwa dengan kemauan, konsistensi, dan pengelolaan usaha yang baik, bisnis dapat berkembang dari skala kecil menjadi usaha yang lebih besar,” ujar Hutama.»
Kini, peternakan Bukori telah mencapai kapasitas sekitar 14.000 ekor ayam. Usaha tersebut bukan hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga ikut memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk ayam dan membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitar.
Perjalanan Bukori menjadi gambaran bahwa pengembangan usaha tidak selalu harus dilakukan secara instan. Dari modal awal Rp50 juta, usaha dibangun sedikit demi sedikit hingga mampu meningkatkan kapasitas lebih dari empat kali lipat.
Melalui fasilitas Kupedes dan pendampingan BRI Unit Mandah, BRI terus mendorong pelaku usaha produktif untuk memperkuat bisnis, meningkatkan kapasitas, dan naik kelas secara berkelanjutan. (*).






