Setahun di Lampung, Bhayangkara FC Masih “Mencari Hati”

Bandarlampung – Setahun menjadikan Lampung sebagai home base, Bhayangkara Presisi FC dinilai belum sepenuhnya berhasil merebut hati masyarakat.

Hal itu terlihat dalam launching tim dan jersey musim 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Sabtu (29/8). Meski ribuan jersey disiapkan, atmosfer tribun belum menunjukkan gairah besar. Bahkan, aparat kepolisian terlihat cukup dominan memenuhi tribun.

Ketua Sikambara Lampung, Junaedi, mengatakan membangun basis suporter tidak cukup dengan membagikan jersey. Klub harus membangun rasa memiliki masyarakat.

“Saya sebagai suporter terus nonton, kepanasan, kehujanan sebagai bentuk tanggung jawab kepada sepakbola Lampung. Saya terus mengajak masyarakat luas untuk hadir di stadion,” ujar Junaedi, Minggu (30/8).

Persoalan lain adalah sistem penjualan tiket. Bang Aca dari Radar Lampung mempertanyakan informasi tiket yang disebut sold out, sementara tribun masih terlihat menyisakan kursi.

“Sampai sekarang saya masih belum mengerti bagaimana cara membeli tiket Liga 1. Kalau menurut ChatGPT sudah sold out, tapi nyatanya saat pertandingan tribun banyak kosong?” katanya.

Ia mengusulkan tiket terusan satu musim, sehingga sebagian kapasitas stadion sudah terisi sejak awal dan sisanya dijual kepada masyarakat umum.

Junaedi juga menyoroti kondisi tribun Stadion Sumpah Pemuda yang mayoritas terbuka.

“Tribun kita masih sangat terbatas. Hanya VIP yang ada atapnya. Kalau orang tidak benar-benar hobi dan punya loyalitas, mana kuat sepanjang musim berjemur,” ujarnya.

Ia mendorong manajemen Bhayangkara duduk bersama Pemprov Lampung untuk membenahi stadion. Jadwal pertandingan malam juga dinilai lebih menarik bagi masyarakat.

Menurut Junaedi, ramainya stadion saat Bhayangkara menghadapi Persib, Persija, Persebaya atau Arema belum menunjukkan kuatnya basis suporter tuan rumah.

“Kalau pertandingan lawan Arema, Persebaya, Persija, Persib ramai. Tapi ramai pendukung mereka, bukan pendukung Bhayangkara,” tegasnya.

Karena itu, manajemen diminta memperkuat pembinaan pemain lokal, akademi, komunitas, sistem tiket dan program suporter.

Bhayangkara Presisi FC sudah memiliki home base di Lampung. Kini tantangannya adalah menjadikan klub tersebut bukan hanya bermarkas di Lampung, tetapi benar-benar menjadi milik hati masyarakat Lampung. (cah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *