Dari Satu Buku Tulis di Saku hingga Jadi Menteri, Generasi Muda Diminta Berani Memulai dan Cerdas Kelola Keuangan
BANDARLAMPUNG — Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) membagikan kisah perjalanan hidupnya dari masa sekolah hingga merintis usaha dan meniti karier dalam 1on1 Session Lampung Financial Festival 2026 di Ballroom Hotel Novotel, Bandarlampung, Sabtu (5/9/2026).
Di hadapan peserta festival, Zulhas mengisahkan kehidupan masa sekolah yang jauh dari kemewahan. Bahkan, hingga duduk di kelas III SMA, ia mengaku hanya membawa satu buku tulis yang dilipat menjadi dua dan dimasukkan ke dalam saku.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalanginya untuk belajar. Zulhas mengatakan, dirinya terbiasa mempelajari materi dan membaca berbagai referensi dari rumah sebelum mengikuti pelajaran di sekolah.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan, menurut Zulhas, tidak semata-mata ditentukan oleh fasilitas yang dimiliki, tetapi oleh kemauan untuk belajar, bekerja keras dan berani mengejar cita-cita.
“Jangan takut bermimpi besar. Kalau punya mimpi, kejar. Tetapi harus siap dengan proses dan kerja kerasnya,” pesan Zulhas kepada generasi muda.
Ia juga mendorong anak muda agar tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi mulai berani melihat peluang dan membangun usaha sejak usia muda.
Menurutnya, membangun bisnis tidak cukup hanya mengandalkan modal uang. Keberanian untuk memulai, kemauan yang kuat serta kemampuan membangun relasi menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha.
“Kalau mau mulai usaha, jangan berpikir harus punya uang banyak dulu. Yang penting berani memulai, punya kemauan kuat dan bangun relasi seluas-luasnya,” ujarnya.
Zulhas juga mengingatkan generasi muda agar kesuksesan ekonomi harus diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan. Perencanaan keuangan dinilai penting agar pendapatan yang diperoleh tidak habis tanpa arah.
Ia berharap generasi muda Lampung mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka luas, termasuk melalui sektor usaha, pangan dan berbagai potensi ekonomi daerah.
“Anak muda harus pandai merencanakan keuangan. Jangan hanya bagaimana mendapatkan uang, tetapi juga bagaimana mengelolanya untuk masa depan,” kata Zulhas.
Lampung Financial Festival 2026 menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperoleh wawasan mengenai literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendengarkan langsung pengalaman tokoh nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas menegaskan bahwa perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu dimulai dari kondisi yang sempurna. Justru keterbatasan dapat menjadi pemicu untuk terus belajar, bekerja keras dan menciptakan peluang.
Dari kisah satu buku tulis yang disimpan di saku hingga perjalanan panjangnya mencapai posisi sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulhas ingin menunjukkan kepada anak muda bahwa mimpi besar harus dimulai dengan keberanian untuk melangkah. (*).






