±5 Hektare Terbakar • 39 Personel Dikerahkan • Gajah Dipastikan Jauh dari Titik Api
LAMPUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua titik kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Rabu (23/9/2026). Tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas di kawasan konservasi.
Kebakaran pertama terdeteksi sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Pusat Latihan Gajah (PKG), tepatnya di sekitar proyek pembangunan kandang gajah jantan, Kecamatan Labuhan Ratu. Vegetasi semak belukar, ilalang hingga pohon mentru terbakar dengan luasan terdampak sekitar 5 hektare.
Pemadaman melibatkan personel Balai TNWK, TNI, Polri, Polhut, mitra pekerja lapangan serta unsur Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra.
Ketua Komite Gabungan, Brigjen TNI Sriyanto, mengatakan sebanyak 39 personel diterjunkan ke lokasi kebakaran di area PKG.
“Untuk pemadaman di area PKG dikerahkan sebanyak 39 personel,” jelas Sriyanto.
Menurutnya, respons tim dilakukan tak lama setelah laporan diterima. Empat armada pendukung, terdiri atas dua kendaraan pemadam kebakaran, satu kendaraan tangki dan satu kendaraan angkut personel, dikerahkan ke lokasi.
“Jeda kedatangan armada hanya 10 menit dari awal informasi kami terima,” ujarnya.
Kebutuhan air juga menjadi tantangan selama proses pemadaman. Tim harus melakukan pengisian ulang pasokan secara bertahap untuk memastikan seluruh kobaran dan bara dapat dikendalikan.
Sriyanto menyebut sekitar empat tangki air damkar digunakan selama operasi pemadaman di titik pertama. Api di sekitar proyek kandang gajah jantan akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.
TITIK KEDUA DI RESOR CABANG
Kebakaran kedua terjadi di kawasan hutan sekunder Resor Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Cabang, pada sejumlah grid lokasi.
Menurut Sriyanto, api muncul secara sporadis pada permukaan hingga tajuk pohon. Kondisi cuaca panas dengan suhu sekitar 33 derajat Celsius, ditambah embusan angin, turut menjadi tantangan bagi petugas.
Untuk menjangkau sumber api yang berada jauh dari sumber air, tim menerapkan strategi pompa seri tiga dengan tiga mesin pompa portabel yang disokong bak penampung air.
Petugas juga menggunakan jet shooter serta peralatan manual berupa garuk tajam dan tumpul untuk melokalisasi kobaran dan mencegah rambatan api.
“Begitu menerima informasi adanya titik api, tim satgas gabungan bersama mitra segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian,” tegas Sriyanto.
Ia mengatakan kondisi medan dan jauhnya sumber air dari kepala api menjadi kendala utama dalam operasi pemadaman. Namun, koordinasi antarpersonel membuat pergerakan api dapat dikendalikan.
“Tantangan utama di lapangan adalah akses medan dan jarak sumber air yang cukup jauh dari kepala api,” tuturnya.
Gajah DIPASTIKAN AMAN
Di tengah kebakaran yang terjadi di dua titik kawasan TNWK, keselamatan satwa menjadi perhatian utama.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, memastikan lokasi kebakaran di Resor Cabang berada jauh dari wilayah jelajah kelompok gajah yang terpantau.
“Gajah jauh sekali dari lokasi karhut kemarin. Kelompok gajah berada wilayah Resort Toto Projo,” kata Zaidi.
Dengan kondisi tersebut, Balai TNWK memastikan kelompok gajah yang berada di wilayah Resor Toto Projo tidak berada di sekitar titik api.
PENDINGINAN DAN ANTISIPASI API
Meski api utama telah berhasil dikendalikan, personel gabungan masih melakukan pendinginan (mopping up) untuk memastikan tidak terdapat bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Tim juga mengoordinasikan opsi bantuan pemadaman udara (water bombing) untuk mengantisipasi titik-titik tertentu yang sulit dijangkau melalui jalur darat dan memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Kesiapsiagaan gabungan Balai TNWK, TNI, Polri, Polhut, mitra serta unsur terkait terus dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak meluas dan kawasan konservasi tetap terlindungi. (*)






