UP3 Tanjung Karang Modernisasi Tata Kelola Logistik, Perkuat Kecepatan dan Keandalan Layanan Kelistrikan
Bandarlampung — PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan layanan kelistrikan melalui pembenahan menyeluruh pada tata kelola logistik. Langkah strategis tersebut dilakukan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjung Karang dengan mentransformasi pengelolaan gudang menuju sistem logistik yang modern, terintegrasi, dan terdigitalisasi.
Transformasi ini menjadi bagian penting dalam menopang pelayanan kepada sekitar 937 ribu pelanggan yang tersebar di tujuh Unit Layanan Pelanggan (ULP) dalam wilayah kerja PLN UP3 Tanjung Karang.
Mengusung semangat “Transforming Logistics Towards Operational Excellence”, PLN menata kembali seluruh proses bisnis pergudangan, mulai dari penerimaan, penataan, penyimpanan, pencatatan, hingga pengeluaran dan distribusi material.
Ketersediaan material yang cepat dan tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pekerjaan operasional, pemeliharaan jaringan, maupun penanganan gangguan kelistrikan di lapangan.
Salah satu penguatan utama dilakukan melalui penerapan Single Source of Truth (SSOT) for HANA–MIMS. Sistem ini mengintegrasikan data dan informasi material sehingga proses pencatatan, pemantauan, pengendalian, hingga distribusi dapat dilakukan secara lebih akurat, transparan, dan terukur.
General Manager PLN UID Lampung Noer Soeratmoko mengatakan, transformasi gudang bukan sekadar pembenahan fasilitas, melainkan bagian dari penguatan proses bisnis PLN untuk mendukung keandalan pelayanan kepada pelanggan.
“Transformasi gudang bukan sekadar pembenahan fasilitas, tetapi merupakan bagian dari penguatan proses bisnis PLN. Dengan tata kelola logistik yang semakin baik, kami ingin memastikan kebutuhan material untuk operasional dapat tersedia secara tepat sehingga turut mendukung keandalan jaringan dan percepatan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Noer, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, tata kelola logistik yang semakin kuat akan memberikan dukungan terhadap kesiapan operasional PLN, terutama ketika material dibutuhkan untuk pekerjaan jaringan maupun penanganan gangguan.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Tanjung Karang Presly Silaen menegaskan, transformasi gudang menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan operasional yang semakin dinamis.
“Transformasi gudang tidak hanya berbicara mengenai fasilitas, tetapi bagaimana seluruh proses pengelolaan material dapat dilakukan secara tertib, akurat, cepat, dan terintegrasi. Dengan dukungan digitalisasi, kami memastikan material yang dibutuhkan dapat dikelola dan tersedia secara tepat waktu untuk mendukung pekerjaan di lapangan serta mempercepat pelayanan kepada pelanggan,” ujar Presly.
Transformasi tersebut sekaligus mendorong perubahan pola pengelolaan logistik dari sekadar aktivitas penyimpanan menjadi bagian integral dari proses pelayanan kelistrikan.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan akuntabel, pergerakan material dapat dipantau dengan lebih baik. Hal ini diharapkan mempercepat respons terhadap kebutuhan operasional sekaligus meningkatkan efektivitas pekerjaan di lapangan.
PLN UID Lampung bersama PLN UP3 Tanjung Karang pun terus mendorong pengelolaan logistik yang modern, terintegrasi, digital, dan akuntabel.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memastikan kesiapan operasional sekaligus menopang pelayanan listrik yang andal, responsif, dan berkelanjutan bagi sekitar 937 ribu pelanggan di wilayah kerja UP3 Tanjung Karang. (*).






