300 PEMUDA LINTAS AGAMA BAKAL KEMAH BERSAMA, FKUB PERKUAT TOLERANSI DI LAMPUNG

Sekolah Kerukunan Digelar 24–25 Oktober, Didukung Wali Kota Eva Dwiana

BANDAR LAMPUNG – Upaya memperkuat toleransi dan merawat kerukunan umat beragama di Provinsi Lampung terus digencarkan. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung akan menggelar Sekolah Kerukunan dan Kemah Kerukunan Pemuda Lintas Agama pada 24–25 Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung.

Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Gerakan Pramuka Kota Bandar Lampung (Bupercab), Jalan H. Komarudin atau Jalan Kepayang, Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, ini dirancang menjadi ruang perjumpaan generasi muda untuk membangun dialog, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan komitmen menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, termasuk dalam pembiayaan pelaksanaannya. Dukungan pemerintah daerah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai toleransi dan kerukunan, khususnya di kalangan generasi muda.

Rencana kegiatan disampaikan Ketua FKUB Kota Bandar Lampung, Purna Irawan, saat beraudiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, Kamis (15/10/2026).

Purna mengatakan, Sekolah dan Kemah Kerukunan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan bagi pemuda lintas agama untuk saling mengenal, berdialog, dan membangun kebersamaan tanpa sekat perbedaan.

“Peserta berasal dari berbagai agama dan kabupaten serta kota di Provinsi Lampung. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan dapat saling mengenal, berdialog, dan membangun kebersamaan,” kata Purna.

Rangkaian kegiatan dimulai Sabtu (24/10/2026) pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan Sekolah Kerukunan. Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Kepala Kepolisian Resor, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Peserta akan mendapatkan materi tentang toleransi, wawasan kebangsaan, kerukunan umat beragama, serta peran pemuda dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang dialog terbuka untuk bertukar pandangan dan pengalaman dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

Tak berhenti pada diskusi, kegiatan berlanjut dengan malam kesenian lintas agama. Para peserta akan memperoleh kesempatan menampilkan kreativitas sekaligus mengenal seni dan tradisi dari latar belakang yang berbeda.

Memasuki hari kedua, Minggu (25/10/2026), agenda dilanjutkan dengan senam kerukunan, gerakan bersih sungai, dan kegiatan kebersihan lingkungan. Aktivitas tersebut dirancang untuk menerjemahkan nilai kerukunan menjadi tindakan nyata melalui kerja sama, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam merawat kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

“Sekolah dan Kemah Kerukunan menjadi sarana untuk mempertemukan pemuda lintas agama sekaligus menanamkan toleransi melalui kebersamaan dan kegiatan nyata,” ujar Erwinto.

Selain Sekolah dan Kemah Kerukunan, FKUB Kota Bandar Lampung secara rutin menjalankan program Anjau Silau dan Ngopi Kerukunan sebagai sarana silaturahmi serta dialog dengan berbagai unsur masyarakat.

FKUB juga merencanakan Karnaval Kerukunan pada Desember 2026. Agenda tersebut disiapkan sebagai ruang kebersamaan sekaligus sarana menyebarluaskan pesan perdamaian kepada masyarakat luas.

Melalui berbagai program itu, FKUB berharap semangat toleransi tidak berhenti pada slogan, tetapi tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda diharapkan tampil sebagai penggerak persaudaraan, menjaga persatuan, dan membangun Lampung yang damai di tengah keberagaman. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *