Konsolidasi hingga Kelurahan, Bidik Target Politik 2029
Bandarlampung – Partai Golkar Kota Bandar Lampung mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Di bawah kepemimpinan Rycko Menoza SZP, kepengurusan baru periode 2026–2031 langsung bergerak memperkuat konsolidasi internal, merapikan struktur organisasi hingga tingkat kelurahan, serta menyiapkan program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Langkah ini menjadi agenda awal setelah susunan kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung resmi disahkan melalui Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Nomor SKEP-19/DPDPG-I/LPG/IX/2026 tertanggal 28 September 2026. Kepengurusan tersebut diumumkan dalam rapat internal pada Minggu (18/10/2026).
Rycko Menoza dipercaya memimpin Golkar Bandar Lampung, didampingi Benny HN Mansyur sebagai ketua harian, Mashudi sebagai sekretaris, dan Rama Apriditya sebagai bendahara.
Saat menghadiri peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Taman Makam Pahlawan, Selasa (20/10/2026), Rycko menegaskan bahwa kepengurusan baru langsung menjalankan tugas organisasi, termasuk memenuhi agenda partai di tingkat provinsi.
Menurut Rycko, konsolidasi menjadi prioritas untuk menyatukan langkah kader sekaligus memastikan organisasi bergerak secara berjenjang. Setelah memperkuat komunikasi internal dan menjalin koordinasi dengan anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Bandar Lampung, partai akan menuntaskan pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
“Jadi kita berjenjang dari mulai kecamatan, nanti kita bentuk yang tingkat kelurahannya supaya bagaimana setelah mereka pengurusan baru, bagaimana kita merapatkan untuk target 2029,” ujar Rycko, yang juga anggota DPR RI.
Selain pembenahan struktur, Golkar Bandar Lampung berencana memperluas kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sejumlah program yang disiapkan antara lain pasar murah, bakti sosial, donor darah, serta kegiatan lain sesuai kebutuhan warga.
Bagi Rycko, kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas politik sekaligus upaya menghadirkan kontribusi nyata partai di tengah masyarakat.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa posisi Golkar sebagai partai pendukung Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak menghilangkan fungsi memberikan masukan dan koreksi terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Rycko berencana mengundang anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Bandar Lampung untuk membahas berbagai persoalan strategis, termasuk kebijakan anggaran dan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, dukungan politik tetap harus disertai perhatian terhadap kepentingan masyarakat agar kebijakan pemerintah memberikan manfaat nyata.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Rycko adalah informasi mengenai rencana tambahan pinjaman pemerintah daerah kepada perbankan.
Ia menilai rencana tersebut perlu dicermati, terutama terkait penggunaan dana dan prioritas pembiayaan pembangunan. Anggaran dari pinjaman, menurutnya, harus diarahkan secara tepat agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Golkar Bandar Lampung tidak hanya memprioritaskan konsolidasi organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029, tetapi juga menyiapkan peran politik dalam mengawal kebijakan pembangunan daerah.
Dengan pembentukan struktur hingga tingkat kelurahan, penguatan komunikasi kader, dan rencana program sosial, kepengurusan Rycko Menoza mulai menyusun langkah organisasi untuk menghadapi agenda politik mendatang.
Tantangan berikutnya adalah memastikan konsolidasi tersebut berjalan efektif dan program yang direncanakan dapat diwujudkan secara berkelanjutan, sekaligus menjaga agar aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian dalam setiap kebijakan pembangunan Kota Bandar Lampung. (*).






