// “Guru Hebat, Indonesia Kuat” Menggema di UM Metro //
METRO — Pesan moral, kebangsaan, dan pendidikan mewarnai tausiyah Prof. Abdul Mu’ti pada Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Metro, Minggu (30/11/2025). Di hadapan ribuan hadirin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI itu menegaskan bahwa seluruh nikmat Allah—termasuk alam yang kita nikmati hari ini—merupakan amanah bagi generasi yang akan datang.
“Kerusakan alam dan bencana yang terjadi bukan sekadar fenomena alam, tetapi merupakan kebenaran Al-Qur’an yang jauh-jauh hari telah memberi peringatan,” ujar Prof. Mu’ti.
Ia mengutip ayat tentang air yang diturunkan dari langit dan disimpan oleh Allah di bumi. Ayat tersebut, katanya, mengisyaratkan bahwa manusia tidak cukup hidup dengan materi semata. Kesejahteraan sejati mencakup dimensi mental, spiritual, moral, dan sosial, selaras dengan fitrah manusia sebagai makhluk Allah.
Prof. Mu’ti menyebut tema Milad ke-113 Muhammadiyah sangat relevan dengan mandat Pembukaan UUD 1945: melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga ketertiban dunia.
“Muhammadiyah hadir bukan sebagai penumpang gelap, bukan pembuat kekacauan, tetapi untuk memberi manfaat dan kesejahteraan di mana pun ia berada,” tegasnya.
Menurutnya, bangsa akan maju bila masyarakatnya berilmu dan bertakwa, dan jalan utama untuk mencapainya adalah pendidikan holistik—pendidikan yang membentuk manusia sebagai ‘abdullah dan khalifatullah.
Di hadapan sivitas akademika UM Metro, Prof. Mu’ti mengapresiasi keberpihakan Presiden dalam memperkuat sektor pendidikan dengan anggaran besar. “Ini sejalan dengan pesan Al-Qur’an dan menjadi fondasi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah program besar Kementerian Pendidikan, antara lain: Revitalisasi 16.175 satuan pendidikan pada tahun ini, dengan harapan Lampung mendapat porsi yang cukup dan Target nasional 60.000 sekolah direvitalisasi, dengan anggaran Rp14 triliun yang telah disetujui Komisi X DPR.
Kemudian, Pembagian Interactive Smart Panel (ISP) ke lebih dari 288.000 sekolah di seluruh Indonesia dan Penegasan Presiden di Bekasi bahwa tahun depan bantuan sekolah akan kembali ditambah.
Sebagai menteri, Prof. Mu’ti menegaskan komitmennya mengawal agar seluruh janji tersebut benar-benar terlaksana.
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan akan terus diperkuat melalui pemenuhan jam mengajar 18–24 jam, pelatihan guru, penguatan peran guru BK dan wali kelas, hingga dukungan terhadap organisasi kemasyarakatan sebagai bagian pembentukan karakter bangsa.
Menutup tausiyahnya, Prof. Mu’ti menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh guru di Indonesia bertepatan dengan momentum Hari Guru Nasional.
“Selamat Hari Guru. Guru hebat, Indonesia kuat,” ucapnya lantang disambut tepuk tangan hadirin.
Ia juga berterima kasih kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh ormas nonpolitik yang telah mendukung pelayanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Prof. Mu’ti berharap generasi muda tumbuh sebagai generasi yang hebat, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia melaju ke masa depan yang lebih baik. (*).






