Daerah  

Pemerintah Lampung Barat Mulai Program Demplot Kopi untuk Perkuat SDM dan Produksi Petani

Oplus_131072

Lampung Barat — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan resmi meluncurkan Program Demplot Kopi “Pojok Merdeka Rapih” dipekon Sukamaju, Kecamatan Lumbok Seminung sebagai upaya meningkatkan mutu dan produktivitas kopi robusta daerah. Program ini menjadi bagian dari Sub Kegiatan Pengendalian dan Pemanfaatan Kawasan Pertanian yang bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Barat.

Dilokasi, Mewakili Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat, Yuda Setiawan menyampaikan bahwa, tujuan utama hadirnya program demplot ini adalah untuk memberikan ruang edukasi, praktik, dan pendampingan teknis kepada petani kopi dalam menerapkan sistem budidaya yang lebih modern dan produktif.

“Program ini bukan hanya sebatas penanaman, tetapi menjadi wadah penyuluhan bagi petani agar mampu menerapkan teknik budidaya kopi yang benar untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi kopi robusta Lampung Barat,” ujarnya di Lombok Seminung Jumat, (5/12/2025).

Bahkan, dalam pelaksanaannya, Demplot Kopi Pojok Merdeka Rapih dirancang memiliki beberapa tujuan teknis, di antaranya:

• Meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi kopi dengan memperkenalkan varietas unggul lokal berpotensi hasil tinggi.

• Mendemonstrasikan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) mulai dari persiapan lahan, penggunaan bibit unggul, pemupukan berimbang, pemangkasan produktif, hingga pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

• Memperkenalkan metode budidaya berkelanjutan termasuk teknik replanti atau penanaman kembali tanaman yang sudah tidak produktif.

Selain fungsi teknis, demplot ini disiapkan sebagai pusat edukasi lapangan, tempat petani belajar langsung melalui praktik mengenai budidaya kopi robusta dengan sistem pagar yang disertai konsep peremajaan tanaman dan peningkatan populasi per hektare.

Untuk mendukung keberhasilan program, pemerintah juga menyalurkan sejumlah bantuan kepada petani peserta. Bantuan tersebut meliputi:
• 3.500 batang bibit kopi
• 5.000 kilogram pupuk organik
• 750 kilogram pupuk NPK 16-16-16

Bantuan ini disertai pelatihan peningkatan kapasitas SDM agar petani tidak hanya menerima sarana produksi, namun juga memahami cara pemanfaatannya secara tepat.

Oplus_131072

Program ini tidak hanya dilaksanakan di satu titik, tetapi direncanakan berkembang secara berkelanjutan di seluruh kecamatan sebagai model pertanian kopi yang efektif. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung serta Kementerian Pertanian dalam memperluas dan memantapkan program.

“Kami berkomitmen menghadirkan inovasi bagi petani kopi. Demplot ini akan menjadi titik awal pembelajaran, dan ke depan akan diterapkan di semua kecamatan. Harapannya, produksi kopi Lampung Barat semakin kompetitif baik di pasar nasional maupun internasional,” jelas Kepala Dinas.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat, Yuda Setiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi kopi di masa mendatang.

“Kegiatan ini menunjukkan kemauan dan komitmen kuat Bapak Bupati untuk tetap konsisten dalam meningkatkan hasil kopi di Lampung Barat pada masa yang akan datang. Melalui program ini, kami berharap para petani penerima bantuan benar-benar menanam, merawat, dan membudidayakan tanaman kopi sesuai kaidah yang tepat dan benar.”

Yuda juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kedisiplinan dan keseriusan petani dalam melakukan perawatan.

“Jika dirawat dengan cermat dan sesuai standar budidaya, maka pada tahun 2027 tanaman kopi yang ditanam hari ini sudah mulai menghasilkan panen yang berkualitas. Ini investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan rendahnya produktivitas kopi dan mendorong petani lebih adaptif terhadap teknologi pertanian modern sehingga Lampung Barat semakin kokoh sebagai salah satu sentra kopi robusta unggulan di Indonesia.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *