Pemprov Lampung Putuskan Bangun Ulang Jembatan Way Bungur

Tak Penuhi Standar, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan penanganan Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, akan dilakukan melalui pembangunan ulang. Keputusan ini diambil demi menjamin keselamatan warga, menyusul hasil penilaian teknis yang menyatakan struktur jembatan eksisting tidak layak untuk dilanjutkan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta hasil peninjauan langsung kondisi fisik jembatan.

Berdasarkan penilaian teknis, struktur jembatan yang ada dinilai tidak memenuhi spesifikasi dan standar kelayakan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas konstruksi lama dinyatakan tidak direkomendasikan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujar Taufiqullah, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan, meskipun Pemprov Lampung memahami desakan masyarakat agar jembatan segera dapat difungsikan, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan.

“Keinginan masyarakat tentu kami dengar. Namun, jembatan harus benar-benar aman dan layak, agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari,” katanya.

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena berfungsi sebagai penghubung antar desa dan antar kecamatan. Meski menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap terlibat aktif melalui koordinasi dan pendampingan, termasuk dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun-tahun berikutnya. Namun hingga kini, pembangunan belum tuntas akibat keterbatasan anggaran.

Menurut Taufiqullah, opsi pembangunan ulang merupakan langkah paling tepat agar jembatan nantinya dapat dimanfaatkan secara aman, layak, dan berkelanjutan oleh masyarakat.

“Yang terpenting, jembatan ini benar-benar bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *