BANDARLAMPUNG – Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung memastikan ketersediaan beras mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Selain beras, Bulog juga menjaga ketersediaan komoditas pangan lainnya, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu serta jagung.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menyampaikan Bulog menguasai stok beras per 9 Februari 2026 sebanyak 170.841 ton. Bulog telah menempatkan seluruh stok tersebut di berbagai gudang di Provinsi Lampung dan menyiapkannya untuk distribusi kapan saja sesuai kebutuhan pasar.
Rindo merinci komposisi stok tersebut. Bulog menyimpan 170.825 ton dalam bentuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menyediakan 15,200 ton sebagai stok komersial.
Bulog juga membagi stok beras ke sejumlah kantor cabang untuk mempercepat distribusi.
Kanwil Lampung menampung 103.796 ton. Kantor Cabang Lampung Selatan menyimpan 35.279 ton. Kemudian, Kantor Cabang Metro mengelola 12.527 ton. Kantor Cabang Tulang Bawang Barat menyiapkan 14.829 ton, sementara Kantor Cabang Lampung Utara 4.408 ton.
Selain beras, Bulog juga menjaga ketersediaan komoditas pangan lainnya. Bulog menyediakan minyak goreng merek MinyaKita sebanyak 48.042 liter dan minyak goreng komersial 93.932 liter. Bulog juga mengamankan gula pasir sebanyak 223.103 kilogram, tepung terigu 11.787 kilogram, serta jagung 9.257 ton.
Melalui penguatan stok dan distribusi tersebut, Bulog berupaya menjaga stabilitas pasokan serta mendukung kelancaran kebutuhan pangan masyarakat selama periode hari besar keagamaan.
Bulog Lampung mencatat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Provinsi Lampung hingga awal Februari 2026 mencapai 20.047 ton.
Rindo, menyampaikan Bulog memperpanjang program SPHP hingga Februari. Kemudian, melanjutkan target 2026 sebagai kelanjutan program 2025. Ia memastikan Bulog terus mendistribusikan beras SPHP melalui jaringan Rumah Pangan Kita dan kios-kios pasar di berbagai daerah.
Rindo menjelaskan realisasi 20.047 ton itu telah memenuhi 45,74 persen dari total target hingga Januari 2026 yang mencapai 43.826 ton. Ia merinci penyaluran sepanjang 2025 sebesar 18.139 ton. Adapun distribusi Januari 2026 sebesar 1.908 ton, dan distribusi Februari 2026 yang sudah menyentuh 389 ton.
Pada 2026, Bulog menyalurkan beras SPHP ke berbagai lembaga dan saluran distribusi. Bulog memasok Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebanyak 42,39 ton. Bulog juga menyalurkan 24 ton kepada instansi Polri dan 116,05 ton kepada instansi TNI. Selain itu, Bulog mendistribusikan 178,86 ton kepada BUMN maupun BUMD serta 9 ton untuk pemerintah daerah dalam program Gerakan Pasar Murah.
Bulog turut menggandeng berbagai jaringan pengecer. Pengecer di luar pasar menjual 1.038 ton beras SPHP, sementara pengecer di dalam pasar mendistribusikan 883 ton. Ritel modern ikut berkontribusi dengan penyaluran 5,7 ton.
Rindo menekankan posisi Lampung sebagai daerah produsen beras mendorong Bulog memperkuat kolaborasi distribusi. Bulog menggandeng pemerintah daerah dan dinas terkait di seluruh wilayah Provinsi Lampung untuk menggelar gerakan pangan murah dan memperluas jangkauan penyaluran.
Rindo menegaskan program SPHP menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan beras di pasar. Program ini memberi masyarakat alternatif beras dengan harga terjangkau dan mutu terjamin, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumsi secara layak. (dbs)






