Putri Zulkifli Hasan Pimpin Kunker, Komisi XII DPR RI Dukung Penuh Survei Seismik di Lampung

Targetkan Kontribusi 17,7 Persen Capaian Nasional 2026

BANDARLAMPUNG – Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap rencana survei seismik 2D migas di Provinsi Lampung yang akan digarap PT Pertamina EP mulai Juni 2026. Dukungan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI, Jumat (20/2), yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap pengelolaan sektor energi dan lingkungan hidup, khususnya rencana pelaksanaan survei seismik 2D di wilayah Lampung–Sumatera Selatan sepanjang 688,5 kilometer.

“Ini bukan kegiatan kecil, tetapi signifikan. Jika survei seismik Lampung–Sumatera Selatan ini berjalan, kontribusinya sekitar 17,7 persen dari target nasional 2026,” tegas Putri.

Ia menjelaskan, berdasarkan paparan SKK Migas dalam rapat dengar pendapat 11 Februari 2026, target survei seismik 2D nasional tahun 2026 mencapai 3.882 kilometer. Namun hingga Januari 2026, realisasinya masih nol kilometer.

“Komisi XII memiliki komitmen kuat menjaga keseimbangan antara pengembangan energi dan perlindungan lingkungan hidup. Ketahanan energi harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan,” ujarnya.

Survei tersebut direncanakan melintasi lima kabupaten di Lampung—Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur—serta dua kabupaten di Sumatera Selatan dengan cakupan 35 kecamatan dan 142 desa. Komisi XII menekankan pentingnya kesiapan teknis, kepastian perizinan, pembiayaan, serta mitigasi risiko sosial dan lingkungan melalui sosialisasi transparan kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, yang mewakili Gubernur Lampung, menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi XII DPR RI.

“Kunjungan ini menjadi momentum penguatan sektor ESDM, lingkungan hidup, sekaligus investasi di Lampung. Dari sisi energi, bauran energi baru dan terbarukan Lampung telah mencapai 36,32 persen pada 2025, melampaui target RUED sebesar 36 persen,” kata Marindo.

Ia memaparkan, realisasi pemanfaatan energi Lampung mencapai 4,08 MTOE dengan komposisi EBT 36,32 persen, minyak bumi 37,80 persen, gas bumi 4,88 persen, dan batu bara 21,21 persen. Pemprov Lampung juga mencatat peningkatan pemanfaatan EBT dari 1,46 MTOE pada 2023 menjadi 1,48 MTOE pada 2024.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Paul Ibnu Suhendra, mengungkapkan Lampung memiliki potensi migas signifikan.

“Berdasarkan kajian geologi, potensi sumber daya minyak di Lampung diperkirakan mencapai sekitar 830 juta barel. Potensi ini memerlukan pematangan melalui eksplorasi lanjutan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Paul, telah dilakukan akuisisi seismik 2D sepanjang 652 kilometer guna meningkatkan kualitas pemetaan bawah permukaan dan membuka peluang temuan cadangan baru.

Direktur Regional 1 Sumatera PT Pertamina EP, Muhammad Arifin, menambahkan estimasi potensi oil in place di wilayah kerja Sumbagsel Area 1 mencapai sekitar 1,4 miliar barel.

“Survei seismik 2D direncanakan dimulai Juni 2026, dilanjutkan studi dan pemboran eksplorasi pada 2028. Jika ditemukan cadangan ekonomis, tahapan berikutnya meliputi delineasi, penyusunan POD, hingga target on stream awal pada 2032. Tanpa eksplorasi hari ini, tidak akan ada produksi di masa depan,” tegasnya.

Dengan dukungan DPR RI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, survei ini diharapkan menjadi pintu masuk penguatan ketahanan energi nasional sekaligus mendorong peningkatan pendapatan daerah dan dana bagi hasil bagi Provinsi Lampung. (DBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *