Warga Ruguk Hilang di Sungai Ketapang Belum Ditemukan
LAMPUNG SELATAN – Operasi pencarian terhadap Ajudin (60), warga Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, resmi dihentikan, Sabtu (21/02), setelah lima hari upaya pencarian tidak membuahkan hasil.
Penghentian operasi dilakukan oleh Basarnas Lampung melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, usai musyawarah bersama keluarga korban dan aparatur desa setempat.
Pada hari kelima pencarian, Tim SAR Gabungan membagi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama melakukan penyisiran di tepi pantai sekitar muara sungai ke arah utara sejauh kurang lebih empat kilometer. Tim kedua melakukan pencarian di perairan muara menggunakan perahu karet dengan cakupan area sekitar delapan mil laut persegi. Namun hingga pukul 17.00 WIB, hasil pencarian masih nihil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung melalui Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menyampaikan bahwa seluruh upaya telah dilakukan secara maksimal bersama unsur SAR gabungan.
“Seluruh upaya pencarian telah kami laksanakan secara maksimal bersama unsur SAR gabungan. Namun hingga hari kelima, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan. Berdasarkan kesepakatan dengan keluarga, operasi SAR kami usulkan untuk dihentikan dan dinyatakan selesai,” ujarnya.
Meski operasi SAR resmi ditutup, Basarnas tetap melakukan koordinasi dan mengimbau nelayan maupun pemangku kepentingan di wilayah perairan sekitar untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Apabila ada informasi atau temuan di lapangan, masyarakat dapat segera melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung melalui call center 115 atau nomor 0821 8004 8006. Operasi SAR dapat dibuka kembali bila ditemukan indikasi baru,” tambahnya.
Operasi pencarian ini melibatkan personel Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, BPBD, Damkar, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat.
Dengan dihentikannya operasi, keluarga korban berharap adanya informasi lanjutan dari masyarakat sekitar, sementara aparat tetap siaga apabila diperlukan pembukaan kembali operasi pencarian. (***)






