RP1 TRILIUN UNTUK 17 RUAS PRIORITAS, 62 JALAN PROVINSI DIBENAHI 2026

Pemprov Lakukan Tambal Sulam Darurat Jelang Mudik, Target 90 Persen Mantap 2028

BANDAR LAMPUNG — Hingga Februari 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menggenjot pemeliharaan rutin di berbagai titik guna memastikan keamanan arus mudik Lebaran 2026. Secara keseluruhan, terdapat 62 ruas jalan provinsi yang menjadi target pembangunan tahun anggaran 2026 melalui sistem kontrak yang akan dimulai setelah proses tender pasca-Lebaran.

Sejumlah ruas masih dalam kondisi rusak signifikan dan tengah ditangani secara darurat. Di Lampung Barat, ruas Lintas Batu Brak–Suoh mengalami kerusakan parah dengan banyak lubang dan titik longsor, termasuk di Jembatan Sebatuan Balak yang membahayakan pengendara.

Di Lampung Tengah, ruas Sidomulyo–Bangun Rejo kerap dikeluhkan warga karena berlubang dan tergenang saat hujan. Sementara di Lampung Timur, ruas penghubung Desa Bumi Jawa sempat viral karena kerusakannya menyerupai kolam dan dijuluki “Telaga Sewu”.

Sebagai langkah percepatan, Pemprov Lampung mengalokasikan dana pinjaman sebesar Rp1 triliun untuk menangani 17 ruas prioritas pada 2026. Perbaikan permanen akan menggunakan konstruksi rigid beton secara masif setelah proses tender selesai pasca-Lebaran.

Menurut data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, 17 ruas prioritas tersebut meliputi:

1. Metro–Kota Gajah (Lampung Tengah)

2. Kota Gajah–Simpang Randu (Lampung Tengah)

3. Simpang Randu–Seputih Surabaya (Lampung Tengah)

4. Seputih Surabaya–Sadewa (Lampung Tengah)

5. Talang Padang–Margoyoso (Tanggamus)

6. Ngarip–Ulu Belu (Tanggamus)

7. Ulu Belu–Simpang Gunung Megang (Tanggamus)

8. Padang Cermin–Kedondong (Pesawaran)

9. Kedondong–Pardasuka (Pringsewu/Pesawaran)

10. Pardasuka–Pringsewu (Pringsewu)

11. Bangun Rejo–Wates (Lampung Tengah)

12. Kalirejo–Bangun Rejo (Lampung Tengah)

13. Branti–Gedung Tataan (Lampung Selatan/Pesawaran)

14. Bandar Jaya–Mandala (Lampung Tengah)

15. Bogat–Kasui (Way Kanan)

16. Blambangan Umpu–Kasui (Way Kanan)

17. Soponyono–Serupa Indah (Way Kanan)

 

Untuk sementara, ruas-ruas tersebut ditangani melalui pemeliharaan rutin berupa penambalan lubang agar tetap layak dilalui pemudik.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menargetkan 90 persen jalan provinsi dalam kondisi mantap pada 2028. Mulai Maret 2026, pembangunan akan beralih secara bertahap ke konstruksi rigid beton guna meningkatkan ketahanan jalan terhadap beban berat dan curah hujan tinggi.

Pemprov juga mendorong partisipasi masyarakat melaporkan kerusakan jalan melalui media sosial yang langsung direspons jajaran teknis.

Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen menjaga keselamatan pemudik sekaligus mempercepat kemantapan infrastruktur guna mendukung distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *