Lampung Timur — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga yang diduga terjatuh dari perahu saat menjaring ikan di Sungai Way Sekampung, Kecamatan Belimbing Sari, Kabupaten Lampung Timur.
Korban diketahui bernama Herlin Nin Nurdin (32), warga setempat yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (7/3/2026). Ia diduga terjatuh dari perahunya saat menjaring ikan di aliran Way Sekampung.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Sutrimo yang melintas menggunakan perahu di sekitar lokasi kejadian. Dari kejauhan saksi melihat korban terjatuh dari perahu dan sempat meminta pertolongan.
Namun saat saksi tiba di lokasi, korban sudah tidak terlihat lagi. Di tempat kejadian hanya ditemukan perahu milik korban dalam kondisi mesin masih menyala. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada BPBD Lampung Timur dan diteruskan ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung.
Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Lampung segera memberangkatkan tim rescue dari Pos SAR Bakauheni menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian.
Perwakilan tim rescue, Roy Cheva, mengatakan setibanya di lokasi tim langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait serta melakukan asesmen awal sebelum memulai pencarian.
“Tiba di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait serta melakukan asesmen dan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya mewakili Kepala Kantor SAR Lampung.
Pada hari pertama pencarian, tim melakukan penyisiran secara visual di sepanjang sisi sungai sejauh sekitar 500 meter dari lokasi kejadian ke arah hilir hingga pukul 19.40 WIB. Operasi kemudian dihentikan sementara karena kondisi gelap.
Memasuki hari kedua pada Minggu (8/3/2026), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi tim ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet Basarnas dari lokasi kejadian menuju hilir sejauh sekitar dua kilometer, sementara SRU 2 menyisir area yang sama menggunakan perahu karet milik BPBD Lampung Timur.
“Pada hari kedua, pencarian difokuskan dengan metode penyisiran sungai menggunakan perahu karet serta manuver di titik-titik yang dimungkinkan korban tersangkut. Area pencarian diperluas hingga sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian,” kata Cheva.
Namun hingga pukul 17.30 WIB, pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil. Operasi SAR sementara dihentikan dan dijadwalkan dilanjutkan kembali pada Senin (9/3/2026).
Operasi pencarian tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Bakauheni, BPBD Lampung Timur, Sahabat Tagana, perangkat Desa Mekar Jaya, masyarakat, serta nelayan setempat.
Basarnas juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan sungai agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, termasuk menggunakan pelampung atau life jacket untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perairan. (*).






