Bandar Lampung — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4) malam, memaksa ratusan warga mengungsi. Tim SAR Gabungan bergerak cepat mengevakuasi sedikitnya 109 warga dari lokasi terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 120 sentimeter.
Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur sejak sore hingga malam hari menjadi pemicu utama banjir di berbagai titik. Salah satu wilayah terparah berada di Jalan Abimanyu, Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, yang membutuhkan evakuasi segera.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pada pukul 21.15 WIB dari Ketua Forum Rescue Relawan Lampung. Tak berselang lama, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 21.30 WIB.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB, tim langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan evakuasi secara bertahap di sejumlah titik, di antaranya Way Halim, Kedamaian, hingga Bumi Waras.
Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansah, mengungkapkan bahwa operasi berjalan lancar meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Banyaknya titik banjir membuat waktu tempuh tim lebih lama. Akses menuju lokasi juga cukup sulit karena beberapa ruas jalan tertutup genangan air,” ujarnya.
Selain evakuasi, tim SAR juga melakukan pemantauan dan bersiaga di lokasi guna mengantisipasi adanya laporan lanjutan dari masyarakat.
Operasi SAR akhirnya dihentikan pada Rabu (15/4) pukul 02.25 WIB setelah kondisi air berangsur surut, hujan berhenti, serta tidak ditemukan lagi warga yang membutuhkan evakuasi.
Dalam operasi ini, berbagai unsur SAR gabungan turut terlibat, di antaranya Basarnas Lampung, BPBD Kota Bandar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran, personel Polda Lampung, Forum Rescue Relawan Lampung, serta masyarakat setempat.
Basarnas mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Lampung. (***)






